Manado, KOMENTAR.ID
Maraknya kasus penganiayaan yang terjadi di Kota Manado, menjadi topik hangat berbagai kalangan untuk diperbincangkan.
Bahkan, dengan beberapa kejadian yang terjadi di kota Manado, menuai spekulasi bahwa Manado mulai tidak aman untuk beraktifitas.
Akan hal tersebut, Anggota DPRD Sulut Jeane Laluyan pernah mengeluarkan pernyataan tegas, agar menambah eksistensi bagi personil patroli.
Para Pala (Kaling) ini harus tahu siapa warganya, aktivitas di lingkungannya. Mereka ini seharusnya jadi ujung tombak Kamtibmas,” tukas Laluyan.
Ia bahkan mengusulkan aparat pemerintah bekerja sama dengan kepolisian melakukan operasi senjata tajam hingga ke tempat-tempat kos.
Menurutnya, banyak pelaku kejahatan tinggal di kos-kosan, kumpul-kumpul dan pesta miras yang memicu aksi kriminalitas.
“Pala, Babinkamtibmas dan Babinsa tentu tahu, komunitas mana, titik dan wilayah mana yang rawan,” jelas Laluyan.
Berbeda halnya dengan yang diungkapkan Ketua Ormas Adat Brigade Nusa Utara Stenly Sendouw.
Sendouw sedikit menyentil terkait dengan peran Aparat Kepolisian dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.
Sendouw juga meminta pihak kepolisian serius dalam hal penanganan setiap persoalan di masyarakat.
“Saya kira perlu keseriusan dari pihak berwajib, sebab ada laporan masyarakat yang terkesan menjadi bahan tebang pilih dari aparat. Nanti sudah kejadian baru berada dilokasi, maka dari itu Saya setuju jika patroli hingga ke tempat-tempat kost bersama Ketua lingkungan, dan harusnya dilakukan secara rutin,” terang Sendouw.
Meski begitu, Ia mengaku optimis bahwa peran dari aparat kepolisian akan dapat dirasakan oleh masyarakat jika didukung dengan baik oleh aparat pihak kecamatan sampai lingkungan.
“Saya apresiasi ada yang namanya Mapalus dari pihak Polresta Manado soal menekan angka kriminalitas, namun kelihatan mulai menurun. Pentingnya konsistensi dan maksimalisasi agar kepercayaan masyarakat kepada polri tidak pudar,” tandas Sendouw.
[Kid/rol]






