Tangkal Lonjakan Kasus DBD, Ini Salah Satu Strategi yang Dilakukan dr Cicilia Cs

Minut, KOMENTAR.ID

Khusus untuk bulan April dan Mei tahun 2023, Puskesmas Kolongan, di Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, menempati posisi kedua kasus DBD terbanyak. Tercatat untuk bulan April ada 2 kasus, sementara di bulan selanjutnya yakni Mei terjadi lompatan yang cukup signifikan yakni 12 kasus.

Meski begitu, dalam data tersebut tidak ada kasus kematian lantaran semua tertangani dengan baik.

Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala Puskesmas Kolongan, dr Cicilia Paat, M.Kes, ketika dikonfirmasi wartawan Komentar.id, Senin (19/6/2023).

“Iya, memang ada sedikit kenaikan (kasus), namun kita bersyukur jumlahnya tidak sebanding dengan kasus di awal tahun (Januari-Maret),” kata dr Cicilia dikonfirmasi via ponselnya.

Dikatakannya lagi, di awal tahun 2023, jumlah kasus DBD yang tercatat lebih dari 30 puluh.

“Kita bersyukur walaupun di beberapa daerah terjadi lonjakan kasus (DBD), kita justru mengalami penurunan,” ujarnya.

Pengasapan yang bertujuan memberantas nyamuk dewasa.

Menurutnya, ini menjadi salah satu bukti bahwa giat yang dilakukan selama ini telah membuahkan hasil.

“Selain edukasi pentingnya menerapkan hidup sehat dengan bersih-bersih lingkungan, kita juga intens melakukan kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk),” ujarnya.

Di samping itu, ada juga kegiatan fogging atau pengasapan di wilayah yang teridentifikasi ada kasus DBD.

“Namun, penting untuk masyarakat tahu bahwa fogging bukanlah opsi terbaik dalam menangkal DBD. Karena yang bisa diberantas oleh fogging hanyalah nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya tidak,” terangnya.

Oleh sebab itu, sambung dia, paling pokok ialah bagaimana memaksimalkan kegiatan bersih-bersih lingkungan guna meminimalisir kesempatan bagi nyamuk Aydes Agipty untuk berkembang biak.

“Nah, berantas sarang nyamuk lewat kerja bakti, termasuk program JGKWL merupakan salah satu yang terbaik dalam menangkal kasus DBD,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Minut, dr Stella Safitri, M.Kes, terus mengingatkan para kepala Puskesmas agar responsif terhadap keluhan-keluhan di lapangan. 

“Sebagai ujung tombak pemerintah di bidang kesehatan, kita harus giat jemput bola. Saat ada keluhan, langsung direspons. Apalagi kalau itu menyangkut DBD, langsung dilakukan identifikasi sehingga kasusnya tidak meluas,” pinta dr Stella.

Meski begitu, ia menilai sejauh ini para personil di masing-masing Puskesmas telah menunjukan kinerja yang maksimal.

“Semoga apa yang sudah dilakukan sejauh ini, terus dipertahankan. Dan kalau pun masih boleh ditingkatkan, mari kita bikin yang lebih baik lagi,” harapnya.

[kid/ein]

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts