Tahuna, KOMENTAR.ID
Penjabat Bupati (Pj) Kepulauan Sangihe, Rinny Tamuntuan akhirnya buka-bukaan terkait kepemimpinannya selama setahun menahkodai Bumi Tampungang Lawo. Tamuntuan juga menceritakan suka dukanya dalam menjalankan tugas di Sangihe.
Hal itu disampaikannya ketika membawakan sambutan dalam acara syukuran setahun sebagai Pj Bupati, sekaligus perpanjangan tugasnya yang digelar di pulau Kahakitang baru-baru ini.
Rinny mengakui, pro dan kontra merupakan dinamika yang harus dihadapi.
Tapi bagi wanita yang juga menjabat Kadis Sosial Pemprov Sulut, soal adanya kontra dan sikap tidak menyenangi terhadap dirinya adalah hal biasa yang terjadi yang tidak perlu ditanggapi berlebihan apalagi menimbulkan dendam.
“Memang banyak yang mendukung tugas saya di Sangihe, tapi banyak pula yang kontra. Saya menyadari itu hal yang biasa terjadi, sehingga saya hanya bawa dalam doa saja, nanti Tuhan yang menyelesaikannya. Terbukti setiap langkah pekerjaan saya semua dituntun oleh Tuhan,” ujar Rinny.
Lanjut dikatakan Rinny, terkait ada pihak yang tidak menyenanginya, ia tidak menceritakan kepada siapapun termasuk kepada tim pendukung maupun tim doa.
“Saya justru menyampaikan kita tidak perlu membalas dan jangan kita menyimpan dendam, apalagi menyimpan kepahitan kepada orang-orang yang tidak menyenangi saya dan keluarga,” tuturnya.
Diakhir sambutan, Rinny mengutip ayat Alkitab yang selama ini menguatkannya, sekaligus menyerahkan kepada Tuhan perjalanan kehidupan beserta tugas dan tanggung jawabnya sebagai Pj. Bupati Sangihe.
“Pilipi 4 ayat 13, Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Ayat Alkitab ini yang selalu menguatkan saya dalam melaksanakan tugas yang penuh dengan tantangan,” tutupnya.
[kid/ver]
Update Berita dan
Artikel
KOMENTAR.ID menarik lainnya di
Google News.