Tahuna, KOMENTAR.ID
Bupati Kepulauan Sangihe periode 2017-2022 Jabes Ezar Gaghana menggelar jumpa pers dengan sejumlah media liputan perbatasan, Jumat (06/01/2022).
Jabes yang juga ketua DPD II Partai Golkar (PG) Sangihe sengaja menggelar jumpa pers karena ia terusik dengan sikap Penjabat (Pj) Bupati Kepulauan Sangihe, Rinny Tamuntuan yang dalam salah satu sambutanya menyebut jika Sangihe belum layak menerima dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)
Menurut Jabes, selaku mantan Bupati Sangihe yang telah mengupayakan dana PEN, Rinny telah membuat ketersinggungan terhadap kebijakkan pemerintahan sebelumnya termasuk ketersinggungan kepada Partai Golkar Sangihe yang notabene sangat mendukung pemerintahan saat ini yang dipimpin Rinny.
Oleh karena itu dalam jumpa pers yang berlangsung di Sekretariat PG Sangihe, Jabes menyebut Rinny tidak paham soal dana PEN, sampai-sampai mengatakan Sangihe belum layak menerima dana PEN.
“Mungkin Ibu Rinny tidak paham kenapa Sangihe mendapatkan dana PEN,” kata Jabes.
Lebih jauh dalam penjelasannya, Jabes menegaskan jika Sangihe harus mendapatkan dana PEN, itu karena Sangihe masuk dalam daerah kabupaten yang berprestasi yang layak mendapatkan PEN untuk membiayai pembangunan infrastrukur, sebab tidak semua daerah bisa mendapatkan dana PEN, itu ada syarat-syarat dan ketentuan yang mendasar, salah satunya daerah bersangkutan harus 5 kali berturut-turut mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengeculian (WTP) dari BPK.
“Jadi tidak semua daerah bisa mendapatkan dana PEN dan daerah yang mendapatkan itu sudah dinilai dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Jadi kalau ibu Rinny bilang Sangihe belum layak terima dana PEN itu sangat keliru, sebab yang layak menilai daerah mendapatkan dana PEN hanya Kemenkeu dan Kemendagri,”tegas Jabes.
Hal lainya yang disampaikan mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Sangihe ini, tak lain soal pembayaran pinjaman PEN dari APBD Sangihe, ternyata angsuran pokoknya belum dibayarkan tahun 2022 maupun tahun 2023 dan nanti dibayar setelah dua tahun PEN turun, yakni nanti pada tahun 2024.
“Jadi untuk tahun 2022 dan tahun 2023 ini belum ada pembayaran pinjaman pokok PEN, tapi hanya pembayaran bunga pinjaman hanya kurang lebih Rp 12 miliyar, sehingga belum terlalu membebani APBD. Kalau ada bahasa-bahasa yang dimunculkan jika tahun ini daerah akan bayar hutang itu bukan pinjaman pokok PEN,”jelasnya.
Lalu mengapa Sangihe butuh dana PEN ?, Jabes menjelaskan hal itu ketika terjadi krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19, PEN adalah sebuah solusi dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah-pemerintah Daerah yang terdampak krisis akibat dampak Covid-19, khususnya terkait dengan pendapatan masyarakat yang turun sangat drastis, sebab APBD saat itu tidak bisa membiayai infrastruktur kecuali Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk membiayai kegiatan kesehatan dan pendidikan.
“Oleh karena tidak ada infrastruktur, akan berdampak pada masyarakat paling bawah, diantaranya tukang kayu, tukang batu, tukang pipa serta tukang lainnya dan pekerja lainnya yang ekonominya bergantung dari kegiatan pembangunan infastruktur,”urai Jabes..
“Sehingga keluarlah kebijakkan pusat bahwa PEN itu adalah salah satu solusi untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, tapi tidak digelontorkan begitu saja, itu diberikan kepada daerah-daerah yang punya kapasitas APBD memenuhi syarat, kinerja daerah yang dinilai baik serta yang lebih prinsip lagi untuk penilaian BPK lima tahun berturut-turut WTP,”sambung Jabes.
Ditambahkan, kegiatan PEN sangat bermanfaat di Sangihe sebab banyak melibatkan banyak orang dan tenaga lokal serta mempunyai dampak ekonomi serta dampak kesehatan
“Sehingga usulan PEN untuk Dinas Pariwista dan Dinas Kelautan Perikanan tidak disetujui, sebab banyak di pengadaan, yang disetujui kegiatan infrastruktur seperti jalan hot mix, jalan pertanian, pasar karena punya dampak ekonomi, rumah sakit punya dampak kesehatan dan yang lebih penting melibatkan tenaga kerja lokal yang banyak sehingga masyarakat ada pendapatan karena ada pekerjaan,”pungkasya.
Sementara itu, Penjabat Bupati Sangihe Rinny Tamuntuan belum sempat dikonfirmasi karena sedang melaksanakan tugas luar daerah, termasuk konfirmasi lewat pesan WA juga belum ada balasan hingga berita ini diturunkan.






