Manado, KOMENTAR.ID
Masa Reses II DPRD Provinsi Sulawesi Utara yang berlangsung pada 1–4 Agustus 2026 dimanfaatkan para anggota legislatif untuk turun langsung menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.

Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Fransiscus Andi Silangen melaksanakan agenda reses di daerah pemilihannya di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Selama empat hari pelaksanaan reses, Ketua DPRD Sulut bertemu dengan sedikitnya enam kapitalaung (kepala desa) guna mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat.

Sejumlah aspirasi yang mengemuka didominasi usulan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga kurang mampu. Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pembangunan infrastruktur jalan dan dukungan bagi sektor perikanan.
Kapitalaung Desa Utourano, Kecamatan Tabukan Utara, mengusulkan peningkatan ruas jalan Utourano–Pusunge yang dinilai penting untuk menunjang mobilitas masyarakat.

Warga desa tersebut juga berharap Pemerintah Provinsi Sulut dapat memberikan bantuan RTLH bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Kapitalaung Desa Petta, Kecamatan Tabukan Utara, menyampaikan harapan serupa terkait bantuan RTLH.

Selain itu, masyarakat pesisir juga mengusulkan bantuan rumpon dan ponton untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan.
Fransiscus menegaskan seluruh aspirasi yang diterima akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program dan anggaran pemerintah daerah sesuai mekanisme yang berlaku.
Di sisi lain, Wakil Ketua Srikandi Partai Golkar Sulawesi Utara, Michaela Elsiana Paruntu, juga melaksanakan reses di daerah pemilihannya dengan mengunjungi SMA Negeri 1 Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, para siswa dan civitas akademika memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai penting bagi peningkatan kualitas pendidikan.

Sejumlah aspirasi yang disampaikan antara lain permohonan bantuan beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu, bantuan peralatan praktik sekolah, rehabilitasi ruang kelas, hingga kejelasan status guru Non-ASN yang masih mengabdi di sekolah tersebut.
Masyarakat sekitar memberikan apresiasi atas konsistensi Michaela Paruntu dalam memperjuangkan sektor pendidikan. Menurut mereka, perhatian terhadap dunia pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan mendorong kemajuan daerah di masa depan.

Berbagai aspirasi yang dihimpun selama masa reses tersebut selanjutnya akan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan program pembangunan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Utara.
[kid/adv]






