Sitaro, KOMENTAR.ID
Sejumlah warga mengaku kesal dengan pernyataan Bupati Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro), periode 2019-2024, Evangelian Sasingen (ES), perihal pasien yang dirujuk ke kota Manado.
Diketahui, baru-baru ini Sasingen yang adalah calon incumbent di Pilkada Sitaro dalam orasinya menyebutkan bahwa ada dokter yang doyan merujuk pasien ke Manado.
“Yang tukang Rujuk Pasien ke Manado adalah dokter Marlin Takarendehang, adik dari bapak Ronald Takarendehang,” sebut Sasingen saat menyampaikan orasi politiknya.
Nah, menanggapi pernyataan tersebut, sejumlah warga yang mengaku pernah mendapat pelayanan dari dr Marlin, mengaku sangat kecewa. Menurut mereka, pernyataan politisi PDIP berdarah Tobelo ini sangat berlebihan.
“Sangat ironi, dia (Sasingen) lupa kalau dia adalah mantan bupati Sitaro yang mestinya paling bertanggungjawab dengan kondisi layanan kesehatan di Kabupaten Sitaro,” sindir Saoli Tampil, warga Siau Barat Selatan (Sibarsel), Jumat (22/11/2024).
Menurut dia, sangat tidak mungkin keluarga pasien membiarkan saudara mereka dalam kondisi sakit berat lalu dirawat inap di rumah sakit yang tidak memadai fasilitasnya.
“Fasilitas sangat minim, obat kerap kali kosong, dan masih banyak lagi persoalan lainnya. Dan ini terjadi di masa kepemimpinan beliau (Evangelian Sasingen),” sorotnya.
Dikatakannya lagi, harusnya ia malu dengan kondisi itu yang secara tidak langsung memperlihatkan ketidakmampuan seorang kepala daerah menuntaskan persoalan di bidang layanan kesehatan.
“Sekarang, kalau saudara saya waktu itu meninggal gara-gara layanan kesehatan yang tidak memadai, apa dia mau bertanggung jawab?” kecamnya.
“Justru kami sangat berterima kasih kepada dokter Marlin yang mengambil langka seperti itu (rujuk ke Manado)” tambahnya.
Ia juga menyentil isu yang berkembang di mana disebut-sebut bahwa pengadaan obat dimonopoli orang dekat penguasa kala itu.
“Jika memang informasi ini benar, tentu ini sangat disayangkan. Nyawa kami masyarakat justru seperti tidak ada artinya. Namun, semoga saja ini tidak benar,” ujarnya.
Di satu sisi, Alfrets Ronald Takarendehang (ART), yang sebelumnya enggan merespons pernyataan yang menurutnya sangat tendensi dan tidak berdasar ini, kini angkat bicara.
Diungkapkannya jika belakangan sudah ada beberapa orang yang mengaku tak terima dengan pernyataan Sasingen.
“Awalnya saya menilai pernyataan itu merupakan sebuah gambaran yang memperlihatkan sejauh mana kualitas seorang mantan kepala daerah, namun setelah melihat serta mendengar beberapa tanggapan masyarakat, saya menilai beliau sudah blunder,” kata ART.
Menurut Ketua DPD II Golkar Sitaro ini, pernyataan ES dalam orasi politik di awal-awal tahapan kampanye itu ibarat menepuk air dalam tempayang.
“Saya tahu apa tujuan dia menyebut nama saya dan adik saya (dr Marlin). Yang justru sangat disayangkan, dia tidak sadar jika di saat bersamaan, pernyataan itu sedang mempermalukan dirinya sendiri yang gagal menghadirkan layanan kesehatan berkualitas selama lima tahun memimpin Sitaro,” sebutnya.
“Harusnya dia bertanya kenapa obat tidak ada, kenapa tidak ada dokter anestesi, dan masih banyak lagi yang harusnya jadi evaluasi untuk dirinya sendiri selaku mantan bupati,” kunci Wakil Ketua DPRD Sitaro ini.
[ein/kid]






