MIRIS, Pilwako Bitung 2024 Dipenuhi Fitnah dan Hoax

Nampak salah satu postingan di Medsos yang telah menyerang secara personal terhadap salah satu Paslon. Gambar lain, tumpukan sisa ikan tuna yang dibuang sembarangan.

Bitung, KOMENTAR.ID

Suasana pesta demokrasi di Kota Bitung tahun 2024 ini nampaknya jauh berbeda dengan hajatan di tahun-tahun sebelumnya.

Kali ini hal mencolok kerap terjadi adalah maraknya hoax dan fitnah yang dijadikan sebagai bahan untuk meraup simpati salah satu pasangan calon.

Salah satu contoh nyata ialah sejak dieksekusinya istri wali kota Bitung ke dalam Lapas perempuan di Kota Tomohon beberapa waktu lalu, berbagai cibiran bermunculan di media sosial baik oleh pengguna akun ril ataupun akun palsu.

Tak tanggung-tanggung, beberapa postingan justru mulai menyasar Wali Kota Bitung Maurits Mantiri serta sang anak yang sebagaimana diketahui merupakan salah satu kandidat wali kota.

Tak sampai di situ, istri wali kota yang kini sedang menjalani rangkaian proses hukum, juga tak luput dari serangan yang diduga dilakukan oleh lawan politik.

Diketahui, sempat beredar foto mantan Ketua TP PKK Kota Bitung itu, yang diduga di foto di dalam Lapas saat sedang beristirahat.

Gambar ini diduga adalah titipan oknum tim sukses salah satu Paslon walikota yang banyak koar-koar di medsos.

Semakin ironis, sikap sejumlah oknum yang diduga tim sukses salah satu Paslon yang semakin menjadi-jadi dengan memosting kata-kata menjurus pada fitnah seperti ‘Calon wali kota anak koruptor, Calon wali kota miskin’, serta masih banyak lagi postingan negatif lainnya.

Tak luput juga dari permainan kotor oknum-oknum yang diduga sengaja ‘menyengsarakan masyarakat Kota Bitung’ ialah menjadikan imbas dari pembegalan APBD-P sebagai senjata untuk menjatuhkan pemerintahan Wali Kota Maurits Mantiri, termasuk salah satu Paslon.

Terhadap kondisi tersebut, salah satu warga pulau Lembeh yang enggan menyebutkan namanya mengatakan dirinya merasa sedih melihat kekurangan atau penderitaan orang lain justru dijadikan bahan kampanye oleh orang-orang yang menurutnya tidak berhati nurani.

“Saya sebagai masyarakat biasa sangat sedih dengan kondisi yang ada, saya bukan tim sukses dari dua calon wali kota. Saya berdiri sebagai masyarakat biasa, miris dengan pemilihan tahun ini di mana orang yang sedang menjalani hukuman justru dijadikan bahan bulian di Medsos. Begitu juga pemimpin kota ini di-bully habis-habisan. Kalau toh dia bersalah, biarkan hukum yang berbicara bukan dijadikan bahan fitnah dan hoax di media sosial,” ujarnya.

Dia juga menyinggung oknum SR yang banyak koar-koar di medsos dengan mengatasnamakan aktivis yang justru belakangan diketahui adalah Timses salah satu calon wali kota.

“Saya sebagai warga Kota Bitung bangga dengan upaya masyarakat untuk penegakan hukum terhadap oknum-oknum yang menyalahgunakan kekuasaan tapi jangan disusupi oleh kepentingan politik. Kalau berpolitik silahkan berpolitik, jangan teriak-teriak atas nama masyarakat namun diboncengi oleh kepentingan politik calon tertentu,”  pintanya.

Sikap tidak terpuji oknum-oknum yang disusupi kepentingan politik tertentu berlanjut sampai pada setingan kesemrawutan kebersihan Kota Bitung di mana di beberapa titik terdapat kotoran sisa pengolahan ikan yang diduga sengaja dibuang di tempat pembuangan sampah yang menimbulkan bau tak sedap.

“Mereka menggunakan cara-cara kotor yang bertujuan menjatuhkan pemerintahan wali kota Ir Maurits Mantiri MM. Permainan politik kotor, fitnah adalah sikap yang menunjukkan ketidakmampuan mereka dalam meracik strategi politik sehingga yang terjadi justru adalah fitnah dan hoax di mana-mana,” ujar aktivis, Robby Supit.

[VM/KID]

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts