MENELUSURI DERAP LANGKAH MUSIK KOLINTANG (III): KOLINTANG EXPO 2024

Foto: Admin IPMK Jakarta

Denting Kolintang terus membahana. Kali ini Ikatan Pelatih Musik Kolintang Jakarta (IPMKJ), dibawah pimpinan Tommy Tamburian sebagai Ketua IPMKJ, menyelanggarakan event Kolintang Expo 2024. Dengan mengusung Tema Kolintang Goes to UNESCO: Satu Hati Satu Rasa, kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Panitia Ferdinand A. Soputan. Dalam upaya menyukseskan acara ini tentu saja acara ini digagas dalam rangka mendukung sepenuhnya pengakuan UNESCO terhadap musik kolintang menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) berasal dari Indonesia.

Adapun Kolintang Expo 2024 ini akan berlangsung Jumat & Sabtu, 29-30 November 2024, di Graha Jalapuspita, Jakarta. Berbagai konsep acara telah disiapkan, antara lain: Pergelaran musik kolintang dengan menampilkan 30-an grup kolintang yang ada di Jakarta, di mana masing-masing grup akan menampilkan keahliannya memainkan musik kolintang, selanjutnya Aksi Ngamen IPMKJ, kemudian, Pemutaran Film Lokananta, dan hal penting yang digagas untuk dilangsungkan adalah Talkshow dengan tema Kolintang. Dalam kesempatan ini, talkshow akan dilaksanakan baik di hari pertama maupun di hari kedua. Dengan konsep yang menarik, kegiatan ini telah disiapkan sekira sebulan terakhir.

Namun demikian, penyelenggaraan kegiatan ini tentu menjadi sebuah upaya untuk terus memberi warna tersendiri dalam kehidupan manusia. Lewat dentang musik kolintang, kita diajak untuk memberi harga pada sebuah bunyi, yang dilantunkan oleh pegiat-pegiat (pemain kolintang) yang tentu saja telah dilatih oleh para pelatih yang kapabel, dan memiliki keahlian yang sangat spesial. Di sisi yang sama, upaya-upaya yang digagas oleh IPMKJ ini menjadi simbol atau tanda hidupnya pergerakan musik kolintang dalam setiap sisi kehidupan manusia.

Sejalan dengan itu, dalam kajian-kajian terdahulu juga, semangat budaya seni Minahasa yang antara lain tampak dalam musik kolintang ini, menjadi pemicu segala upaya untuk mendapatkan pengakuan musik kolintang sebagai warisan budaya dari Minahasa di UNESCO.

Di sisi yang sama, tentu saja, hal penting dan utama dengan digaungkannya musik kolintang ini dalam konsep konser bertajuk Kolintang Expo 2024, membuktikan keterlibatan IPMKJ dalam upaya pemajuan kebudayaan, sangat signifikan, karena kolintang secara khusus di Jakarta, berkembang sampai saat ini karena upaya dan usaha yang tak kenal oleh oleh para pelatih Jakarta. Demikian juga, dalam kerjasama dengan PINKAN Indonesia, semua insan kolintang terus terlibat untuk misi yang mulia, bahwa kolintang adalah milik kita bersama, dan menjadi kekayaan kita juga. Akhirnya, dengan mengusung tema Kolintang Goes to UNESCO: Satu Hati Satu Rasa, kita diajak untuk berupaya sebisa mungkin, menjadikan kolintang sebagai way of life. Pertanyaan reflektifnya, mampukah kita menjadikan Kolintang sebagai way of life? ***

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts