Manado, KOMENTAR.ID
Aksi warga Desa Likupang Kampung Ambon, Kecamatan Likupang Timur yang melakukan demonstrasi Sabtu 14/6 ternyata disebabkan janji PT Meares Soputan Mining (MSN) yang belum terwujud. Sejumlah warga menyatakan keberatannya dan protes dengan tuduhan sumber Jefry R bahkan aksi itu bukan untuk meminta-minta.
Sebaliknya warga menegaskan bahwa aksi itu murni menyampaikan aspirasinya untuk didengar PT MSM. Karena pada rapat – rapat sebelumnya, MSM juga yang menjanjikan akan merealisasikan komitmen perusahaan bagi masyarakat lingkar tambang.
“Bilang sudah beri sapi dan sumur itu hoaks. Masyarakat kami tidak pernah menerima sapi. Sumur?
Belum ada. Sungai Marawuwung masih kotor sampai sekarang,” jelas Tonny Rondonuwu, penggiat Jurnalisme Warga dan Pengurus Asosiasi Nelayan Tradisional Sulawesi Utara bersama Ali Bakari, warga Likupang Kampung Ambon, Selasa malam.
Kemudian, warga sebenarnya berharap PT MSM mengakomodir sejumlah tenaga kerja yang diajukan.
“Itu juga wujud komitmen perusahaan untuk memberdayakan masyarakat lingkar tambang. Janji merekrut pekerja dari masyarakat lingkar tambang itu pernah disampaikan MSM sendiri dalam kesepakatan terdahulu, sayang mereka selalu mangkir, “ujar Tonny.
Lebih lanjut warga Likupang Kampung Ambon mengatakan aksi itu bukan untuk meminta minta perhatian berlebihan ke perusahaan tapi hanya menuntut sikap PT MSM untuk memperjelas komitmen perusahaan sebagai mana yang pernah disepakati dalam rapat bersama warga beberapa waktu lalu.
” Kalau mau ungkit ini itu, Warga Likupang Kampung Ambon juga berhak bertanya kapan izin AMDAL PT MSM melibatkan warga lingkar tambang? Kami hanya menuntut keberpihakan perusahaan kepada masyarakat lingkar tambang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kami menantang kelompok pro tambang itu debat terbuka, karena jangan-jangan terima upeti.” pungkas Tonny dan Ali.
Lebih lanjut, berita tentang adanya bantuan Sapi dan Sumur di desa Likupang Kampung Ambon dan itu sudah berkali-kali, kemudian kembali dan meminta-minta adalah provokasi pihak tambang dan orang-orang yang mendukung operasi pertambangan di Pit Marawuwung.
Menurut mereka itu adalah dalih untuk menutupi fakta sejak beroperasi pihak PT MSM dan PT TTN tidak pernah memberikan program secara terbuka, jika ada itu nanti diadakan ketika ada demo. Orang-orang yang menemui redaksi dan menyampaikan keluhannya adalah orang suruhan pihak PT MSM dan PT TTN.
Serangan personal kepada Ali Bakari, Melky Kaweke dan pendemo lainnya adalah upaya menutup upaya kelompok ini menguras dana pemberdayaan masyarakat yang telah berhasil dicairkan tapi tidak pernah disampaikan kepada warga.
“Jika mau diselidiki lebih jauh di perusahaan ini ada sindikat yang terdiri dari karyawan, sekuriti/jasa pengamanan, jurnalis pro tambang dan beberapa Aparat Sipil Negara,” kata mereka. (Red)






