Istimewanya Yuho di Mata Polri, Bawa Kabur Miliaran Rupiah ke China Tapi Tidak Pernah Ditindak Kepolisian

Korban meregang nyawa akibat ditembak Brimob Polda Sulut. (Ist)

Manado, KOMENTAR.ID

Mafia tambang ilegal asal China, Yuho tergolong pelaku paling di istimewa di mata Polri. Jika dibandingkan dengan pengusaha lokal atau warga Ratatotok, yang kerap ditindak melalui police line lokasi tambang dan penyitaan alat berat, Yuho adalah sosok yang tidak pernah disentuh Polda Sulut dan Mabes Polri. Lantas apa sih letak keistimewaan Yuho?Nama Yuho ramai dikaitkan dengan praktek suap atau yang populer dengan istilah koordinasi dengan aparat kepolisian. Yuho jugalah yang menyewa jasa polisi untuk menjaga areal tambang ilegal dan bahkan menembak mati warga. Sumber resmi dari internal pelaku tambang Yuho membawa hasil tambang emas ke China ratusan miliaran tiap tahun ke China.

Sementara itu, insiden penembakan warga Basaan pada Senin (10/3/2025) dinihari menjadi pintu masuk membuka tabir konspirasi mafia tambang yang melibatkan WNA China dan aparat penegak hukum.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Michael Thamsil mengatakan bahwa pihak Propam Polda Sulut telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan lanjut terkait informasi keterlibatan anggota pada kasus ini.

 “Pak Kapolda Sulut sudah memerintahkan Kabid Propam untuk melakukan penyelidikan dan upaya-upaya lainnya,” jelasnya.

Thamsil memastikan jika benar ada keterlibatan anggota pada peristiwa tewasnya warga ini, dipastikan akan di proses hukum. 

“Jadi jika hasil penyelidikan ada keterlibatan personil Polri, akan ditindak sesuai ketentuan yang ada,” jelasnya.

Sangat disayangkan keberadaan personil Brimob Polda Sulut dilokasi tambang emas ilegal yang bahkan dikelola oleh WNA asal China ini.Hingga berita ini ditayangkan, belum ada penjelasan resmi dari Polda Sulut terkait keberadaan personil Brimob Polda Sulut dilokasi tambang emas ilegal tersebut.

Sementara itu, Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Bahagia Dachi mengatakan bahwa Propam Polda Sulut telah dikerahkan untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Saat ini, kami dalam proses penyelidikan, karena semua sudah diambil alih oleh Polda Sulut untuk proses secara hukum,” kata Bahagia Dachi mengimbau masyarakat untuk menyerahkan dan mempercayakan proses hukum tersebut kepada pihak kepolisian dan tidak bertindak anarkis setelah kejadian tersebut.

Dachi mengklaim polisi udah bertemu dengan pihak keluarga korban dan meminta maaf.

“Kami sudah bertemu dengan keluarga korban di ruang jenazah dan atas nama Kapolda Sulut kami meminta maaf,” ungkapnya. (kim)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts