Ini Modus Perempuan Pelakor yang Membawa Kabur Surat Tanah Mendiang Sem Sampakang di Sangihe

Ervina Larina, perempuan pelakor yang disebut merusak rumah tangga Sem Sampakang dan membawa kabur surat - surat tanah sebelum mendiang Sem meninggal 31 Desember 2020. (Istimewa)

Tahuna, KOMENTAR.ID
Nama Ervina Larina makin populer di pusaran kasus penggelapan dan pencurian dokumen tanah milik ayah Tony Sampakang, yaitu Sem Sampakang.

Diceritakan dua anak Sem Sampakang, yakni Tony Sampakang dan Frisian Sampakang (Opo), sekira bulan Desember 2020, Ervina Larina menghubungi Opo Sampakang untuk membawa kelapa muda dan pisang mentah.

Saat itu, mendiang Sem Sampakang dirawat di rumah Meske Sampakang yang adalah adiku bungsu Fri Jhon Sampakang. Itu kediaman Meiske Sampakang di Desa Manente, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Sangihe. Sementara Sem Sampakang sebelum sakit tinggal bersama putra bungsunya Opo Sampakang di Mohong Sawang, Kecamatan Kendahe, Kabupaten Sangihe. Di rumah itu semua dokumen dan surat -surat tanah di simpan rapi oleh almarhum Sem Sampakang.

Nah saat Sem Sampakang sedang tidak berdaya di rumah Meske Sampakang di Manente, naluru perempuan pelakor Ervina Larina mulai timbul. Dia menghubungi Opo Sampakang untuk membawa kelapa muda dan pisang mentah, konon makan dan minuman yang disukai Sem Sampakang.

OPO yang sedang gelisah karena penyakit sang ayah memutuskan membawa pesanan pelakor tersebut.

Lantas ketika Opo meninggalkan rumah, Ervina Larina yang tahu bahwa rumah kediaman Opo dalam keadaan kosong, langsung mendatangi rumah tersebut bersama Rony Hamenda, suami Meiske Sampakang.

“Di rumah itu tidak ada istri dan anak saya. Cuma ada pembantu saya. Ervina Larina langsung mencari dokumen dan membawa kabur semua surat-surat itu. Dia datang bersama Rony Hamenda, suami Meiske Sampakang yang juga adik ipar Fri Jhon Sampakang,” tutur Opo Sampakang, sesaat sebelum sidang di Pengadilan Negeri Tahuna, Rabu (16/4/2025) siang.

Sementara itu, Tony Sampakang yang merupakan kakak kandung Opo Sampakang (ahli waris) menyatakan secara tegas bahwa Ervina Larina dan ayahnya tidak pernah menikah sah. Setahu Tony Sampakang, Ervina Larina adalah perempuan pelakor yang merusak rumah tangga ayahnya bersama ibunda Hefti Tiho masih hidup. Akibat ulah Ervina, aset penting Tony Sampakang berupa empat unit kapal dijual sepihak sang ayah atas hasutan Ervina Larina. Itulah sebabnya Tony merasa ada rekayasa yang menyatakan dia anak durhaka dan kurang ajar.

“Logikanya saya bisa saja memidanakan ayah saya karena empat kapal diambil lalu dijual yang menurut saya atas desakan Ervina Larina. Tapi faktanya tidak. Bagaimana mungkin saya anak durhaka dan kurang ajar?,” tepis Tony Sampakang.

Dia pun menegaskan hingga ayahnya meninggal, tidak ada satu pun bukti pernikahan yang dicatat di Catatan Sipil Negara.

“Sampai ayah saya meninggal, tidak ada petunjuk apapun bahwa mereka menikah sah. Tidak ada Akta Perkawinan yg pernah kami lihat. Kartu Keluarga pun masing-masing. KTP-nya pun sampai ayah kami meninggal KTP-nya Ervina L statusnya belum kawin. Kalau kawin kenapa statusnya ini belum kawin? Yang saya tahu, Ervina Larina merusak rumah tangga bapak saya karena ketika dia datang, ayah saya hidup berkeluarga bersama istri kedua Hefti Tiho. Dia itu resmi. Ervina yang mengacaukan semua ini, dia otak penggelapan Surat Tanah,” terang Tony Sampakang.

Kepala Desa Mohongsawang F Salindeho juga membenarkan bahwa Sem Sampakang dan Ervina Larina tidak pernah menikah.

“Yang kami tahu, mereka tidak menikah sah dicatat di pemerintahan. Hanya hidup bersama,” ujar Salindeho via kontak WhatsApp.

Kuasa hukum Toni Sampakang dan Opo Sampakang, Alfian Boham SH menegaskan, perbuatan yang dilakukan Ervina Larina dan kelompoknya termasuk kategori perbuatan pidana pencurian dan penggelapan. Sedangkan Rony Hamenda adalah pelaku yang ikut serta.

“Laporan sudah masuk ke Polda. Dan kami minta penyidik menetapkan Ervin Larina sebagai tersangka utama dan tersangka lain Rony Hamenda bersama Fri Jhon Sampakang, oknum anggota DPRD Sangihe dari Partai Gerindra. (kim)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts