DPC Manado, Ketum DPN Harri Ponto dalam Inspirasi Semboyan Keren Kebangkitan Peradi SAI

Manado, KOMENTAR.ID – Dewan Pimpinan Nasional Peradi SAI, Ketum Harri Ponto, S.H.,L.LM dalam pelantikan pengurus DPC Peradi SAI Manado masa bakti 2025 – 2029 dengan Ketua Doktor Seska Pukul, SH.,MH., dalam sambutannya miliki inspirasi dari semboyan untuk para pengurus yang baru saja dilantik pada khususnya dan secara umum untuk keanggotaannya dalam menjalankan profesi Advokat. Dari julukan Bumi Nyiur Melambai, populer untuk Manado, Sulawesi Utara, falsafah  Sitou Timou Tumou Tou, Mapalus hingga Torang Samua Basudara. Sabtu (23/4/2026) di Four Point Manado.

Ketum DPN Harri Pontoh mengatakan ada beberapa inspirasi, dan membuatnya secara tertulis. Yang di gali, untuk semangat DPC bisa bangkit dari mati suri, hidup, berdenyut, dan nama besar diraih kembali.

“Ketika masuk tadi saya melihat, ada board besar, Selamat datang di Bumi Nyiur Melambai, maka saya akan mulai dari situ,” ujarnya dalam sambutan.

Diawali dengan sebutan “Bumi Nyiur Melambai” Manado, yang adalah julukan bagi Sulawesi Utara, sebutan ini bukan hanya indah didengar, Nyiur itu kuat lentur dan bermanfaat dari akar sampai pucuknya. Ia diterpa angin laut, tapi tidak mudah patah, Ia melambai tapi tetap berakar.

“Maka, hari ini ketika melantik DPC Peradi SAI Manado, saya ingin menyatakan dengan jujur. Kita tidak mulai dari nol, kita sedang membangun kan kembali sesuatu yang pernah besar, Manado ini besar sekali, saya,” ungkap Ketum DPN yang juga sempat berkeliling ke Bitung, dimana anggota Peradi SAI luar biasa, dimulai dengan AAI. Ada kerinduan, DPC Peradi SAI Manado, termasuk DPC yang besar, dulu hidup, dulu berdenyut, dulu punya nama tapi kemudian kepala tegak, bahwa DPC ini sempat mati suri.

“Tapi masih ada bara dibawah api. Dan tugas pengurus baru, bukan hanya sekedar seremonial. Tapi meniup kembali bara api itu sampai menyala. Agak puitis, bukan menyala sebentar terus mati seperti kembang api. Tetapi menyala terus, sejati organisasi yang menghangatkan, menghidupi dan memberi manfaat,” terangnya.

Sitou Timou Tumou Tou

Ketum DPN PERADI SAI, Harri Ponto dalam inspirasi , semboyan atau falsafah hidup di Minahasa, Sulawesi Utara,  Sitou Timou Tumou Tou yang sangat terkenal , berarti manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain.

Menurutnya, makna semboyan tersebut, bagi profesi Advokat, bahwa hidup sebagai advokat untuk menghidupkan hak hak orang lain.

“Advokat tidak bole hidup hanya untuk dirinya sendiri. Advokat tidak boleh punya hidup dari perkara, Advokat harus punya hidup untuk menghidupkan keadilan,” ucap Ketum DPN PERADI SAI.

Mapalus

Nilai lokal lainnya, Mapalus adalah semangat gotong royong. Bahwa kerja sama saling membantu dan tanggung jawab, ini penting untuk DPC Manado.

Harapan membangun dengan semangat Mapalus, semua ikut mengangkat, menjaga, ikut bekerja dan semua ikut memiliki.

“Pengurus tidak bole menjadi pajangan, hanya kop surat atau SK saja, anggota tidak bole datang ketika perlu rekomendasi, butuh kartu anggota atau surat keterangan,” diingatkan – nya.

Adapun guna dari adanya Dewan Perwakilan Cabang, DPC Peradi SAI Manado harus menjadi rumah bersama, rumah advokat, rumah kaderisasi, rumah pendidikan profesi, perlindungan Anggota, rumah untuk menjaga martabat profesi.

“Dan karena ini Manado, rumah ini harus punya rasa hangat, terbuka, bersaudara tetapi tetap disiplin.”.

Torang Samua Basudara

Masih dalam sambutan Ketua DPN PERADI SAI, Mengenal semboyan yang kuat di Sulut, Torang Samua Basudara. Nilai ini penting bagi Organisasi Advokat. Boleh membela klien habis habisan, tetapi jangan mengorbankan integritas, Torang Samua Basudara bukan berarti semua harus sama, justru persaudaraan yang matang adalah persaudaraan yang mampu menampung perbedaan, tetapi tidak saling menghancurkan.

Dimana Advokat itu profesi yang keras, sering berhadapan dengan satu sama lain, satu advokat bertindak untuk menggugat, yang lainnya bertindak untuk tergugat.

“Di ruang sidang, kita bole baku hantam argumentasi, Kita bole berbeda kubu dalam perkara, tetapi jangan kehilangan adab, kita berkeras diruang sidang tetapi jangan kasar dalam kehidupan,” pesan Ketum DPN.

“Saya ingin DPC Manado menjadi contoh Advokat, boleh tajam tetapi tetap berada, boleh lantang tetapi tetap santun, boleh keras tetapi tidak marah. Jangan naik naik diatas meja, apalagi di ruang sidang pengadilan,”sambung Ketum DPN PERADI SAI.

Sembari menitipkan pesan, untuk bangunkan kembali DPC, bukan hanya dengan seremoni, pelantikan penting, kedepannya apa yang dilakukan usai pelantikan.

“Dari Airmadidi, Terima Kasih sudah datang, kita akan datang kembali untuk pelantikan. Jadikan DPC rumah kaderisasi, Advokat yang bermartabat, Advokat muda dibina dan jangan dilepas,” sambungnya.

Dunia Advokat tidak selalu manis, idealisme diuji oleh kebutuhan hidup, integritas digoda oleh jalan pintas.

Advokat adalah bagian dari sistem peradilan, kita bole mengkritik tetapi kritik harus berbobot, kita boleh melawan dalam perkara tetapi permohonan harus berdasarkan hukum.

“DPC harus menjadi mitra kritis, bukan mitra yang asal setuju, bukan juga oposisi yang asal marah, bersabar secara kelembagaan, tetapi tetap independen secara profesi,” imbuh Ketum DPN bahwa hubungan baik dengan pengadilan juga aparat penegak hukum harus dijalankan dengan baik.

“Dengarkan kritik jangan alergi terhadap kritik, dan organisasi kritik itu seperti rica (cabai) di tinutuan (makanan khas Minahasa), rasa pedas, pidis, mar sadap, itulah kritik,” Kunci Ketum DPN PERADI SAI, yang mendapat aplaus dari seluruh , pengurus baru dilantik, anggota advokat dan hadirin yang menghadiri acara pelantikan.

DPC Peradi SAI Manado, dengan yel yel (sorakan) keren, keren. “Peradi SAI , keren, keren. Kita mau jadi Advokat Peradi SAI, keren , keren “. (Serly)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts