Bitung, KOMENTAR.ID
Dugaan keterlibatan dalam politik praktis menerpa sejumlah ASN di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).
Desas-desus tidak netralnya sejumlah oknum abdi negara di Kota Cakalang ini semakin menguat dengan munculnya kabar adanya indikasi mobilisasi ASN oleh salah satu pasangan calon (Paslon).
Kabarnya Paslon ini mengumpulkan ASN di salah satu perusahaan. Dugaan mobilisasi ini juga ikut diperkuat dengan adanya list nama para ASN yang disinyalir hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk di dalamnya ada beberapa oknum lurah yang kabarnya telah mengakui akan kehadiran mereka.
Makin nampak terlihat adalah pasca pencoblosan di mana sejumlah akun media sosial beberapa oknum membagikan hasil perhitungan sementara versi quick count atau hitung cepat.
Misalnya postingan oknum AT, salah satu ASN di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bitung yang menampilkan kebersamaannya dengan beberapa warga dan calon wakil walikota Bitung.
Pada postingan tersebut AT menulis “Pasukan nae turun tangga, masuk keluar rumah, Tabrak-tabrak masuk Oke Gas, Oktober 2024 menjelang pesta besar senyap tersebar dan menggigit,”
Dari postingan tersebut diduga kuat oknum ASN yang dimaksud terlibat sebagai TS (Tim Sukses) pada Pilwako Bitung November 2024.
“Kami akan melaporkan langsung ke BKN RI dan Kemenpan dan Kemendagri oknum-oknum ASN yang diduga kuat terlibat sebagai TS pada Pilwako Bitung, sangat jelas dalam postingan mereka yang mengindikasikan keterlibatan mereka pada Pilwako Bitung 2024,” Kata aktivis Robby Supit.
Bahkan salah satu ASN secara terang-terangan memosting video sambil mengangkat 2 jari sambil menunjukkan keberadaan dirinya di antara pendukung salah satu Paslon Walikota.
Kondisi ini sangat disayangkan yang justru terkesan hanya di biarkan oleh BKPSDM Pemkot Bitung yang sampai saat ini tidak pernah memproses laporan dugaan politik praktis sejumlah ASN.
Oknum AT saat dikonfirmasi terkait postingan tersebut mengatakan jika arti postingan adalah dirinya bersama keluarga besarnya yang tergabung dalam rukun.
“Torang pe rukun arisan Madidir itu pak… maso keluar rumah artinya pindah-pindah tempat for beking arisan rukun. Pesta besar ada yang ultah deng kaweng anak,” tepisnya.
[VM/KID]






