Dear Jokowi! Selamat Meresmikan Waduk Bermasalah, Ganti Untung Tanah Warga tidak Selesai

Minut, KOMENTAR.ID

Presiden Joko Widodo sebelum meresmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (19/1/2023). Peresmian bendungan ini meninggalkan kekecewaan pemilik lahan. Bendungan itu dibangun di atas tanah sebagian masyarakat yang hingga saat ini belum ada penyelesaian ganti untung. 

Read More
Marie Sumeisey Sumaraw mengangkat poster informasi tanah warisan keluarga belum dibayar Negara. (Istimewa)

Salah satunya tanah Marie Sumeisey – Sumaraw. Ia bahkan mengangkat poster sebagai pesan kepada Presiden Jokowi dan menuntut keadilan. Kuasa Hukum Marie Sumeysei – Sumaraw, James Bastian Tuwo SH mengatakan, hampir 6 hektar tanah kliennya yang belum dibebaskan tapi sudah tertimpa proyek waduk Kuwil.

Pengacara James Bastian Tuwo SH. (IST)

“Itu sudah ada laporan polisi. Permasalahan tersebut bahkan sudah dibawa ke rapat dengar pendapat DPRD Sulut bersama Kanwil BPN Sulut. Tapi belum ada penyelesaian,” ujar Tuwo.

Ketua Badan Anti Korupsi Kolusi Nepotisme (Bakin) Sulawesi Utara Calvin Limpek meminta Presiden Jokowi agar memerintahkan instansi terkait untuk menyelesaikan persoalan hak warga.

“Tidak ada jaminan dari kepala daerah, Balai Wilayah Sungai 1 dan BPN untuk menuntaskan hak rakyat. Peresmian infrastruktur Bendungan Kuwil, sama halnya pemerintah mengukuhkan pengangkangan terhadap hak rakyat,” ujar Kamis (19/1/2023), di Manado.

Ia menginformasikan, ada dugaan permainan oknum di internal Balai Wilayah Sungai 1 dan BPN pada tahap pembebasan lahan. Konon banyak yang salah bayar atau ganti untung tidak menyasar ke ahli waris dan pemilik tanah.

“Dan itu cukup masif. Makanya ada penolakan warga karena lahan mereka tak kunjung dibayar,” terang Calvin.

Padahal bendungan Kuwil disebut bermanfaat untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohido (PLTM) dengan kapasitas 2×0,70 Megawatt serta pengembangan pariwisata.

Bendungan Kuwil Kawangkoan memiliki kapasitas tampung 23,4 juta meter kubik dan luas genangan 139 hektar.

Bendungan ini dibangun sejak 2016 dengan total biaya konstruksi Rp 1,9 triliun, yang terbagi menjadi tiga paket pekerjaan konstruksi.

Untuk paket pertama, pembangunannya dikerjakan oleh PT Wijaya Karya Tbk-DMT (KSO), paket dua dikerjakan oleh PT Nindya Karya, dan paket ketiga dikerjakan oleh PT Wijaya Karya Tbk- PT Nindya Karya (KSO).

Beberapa waktu lalu, Direktur Bendungan dan Danau Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, Airlangga Mardjono, mengatakan Bendungan Kuwil Kawangkoan dilengkapi dengan pintu air di bagian pelimpahnya sebagai upaya pengendalian banjir.

Bendungan ini berada di atas Kota Manado sehingga sangat efektif untuk pengendalian banjir. Jadi dalam satu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano ada dua tampungan air, pertama adalah tampungan air alami Danau Tondano dan kedua, Bendungan Kuwil Kawangkoan,” ujarnya.

“Kemudian ada penataan kawasan, penutupan terowongan dan nanti terakhir pekerjaan hidromekanikal,” tambahnya.

Diketahui, Bendungan Kuwil Kawangkoan di Minahasa Utara (Minut) dan Bendungan Lolak, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara menelan anggaran Rp 3 triliun.

(Hut Kamrin)

 

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts