Tahuna, KOMENTAR.ID
Gara-gara beredar video cerita penculikan anak yang diunggah di media sosial facebook, warga Kabupaten Kepulauan Sangihe, terutama mereka yang memiliki anak kecil langsung resah bercampur khawatir.
Apalagi isu penculikan anak ini turut dipercayai Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sangihe, Djoly Mandak dengan langsung menindak lanjutinya lewat surat edaran tentang himbauan kewaspadaan ke semua sekolah di Sangihe.
Bohong atau HOAX isu penculikan anak itu langsung ditegaskan Kasat Reskrim Polres Sangihe Iptu Revianto Anriz S, T,rK saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (06/02/2023).
Ditegaskan Revianto, Kabupaten Kepulauan Sangihe tetap aman sehingga masyarakat jangan mudah percaya dan resah, sebab hoax menyebarkan informasi tanpa mencari tahu kepastian informasi dari pihak yang berkompeten.
“Memang sudah ada surat edaran himbauan kewaspadaan dari Kepala Dinas Pendidikan untuk sekolah-sekolah dan kami sudah memanggil pak kadis untuk dimintai keterangan dasar dibuat surat itu, karena ternyata pak kadis hanya mendengar laporan dari staf dan tidak melakukan koordinasi dulu. Nantinya pak kadis akan diklarifikasi langsung surat edaran tersebut karena jelas-jelas sudah meresahkan para orang tua,”jelas Revianto.
Revianto juga menjelaskan terkait video yang beredar dimana ada dua anak yang menggunakan seragam SD yang menceritakan akan kecurigaan tentang penculikan, sudah dipanggil orang tuanya.
“Kedua anak itu melebih-lebihkan cerita karena mereka pernah mendengar peringatan dari kakek mereka”ujar Kasat sambil berharap kerjasama semua pihak agar tidak lagi menyebarkan video dan surat yang hanya meresahkan masyarakat.






