Sitaro, KOMENTAR.ID
Bisa dipastikan bahwa banyak orang bertanya-tanya apa yang menjadi alasan dr Vany Tamansa putar haluan jadi politisi. Padahal bila dilihat dari kesehariannya, eks Direktur RSUD Tagulandang dengan latar belakang pengusaha ini sudah tergolong mapan dalam segala hal.
Nah, menarik untuk ditelusuri apa yang mendasari dr Vany ‘tambah-tambah urusan’, di saat bersamaan pertarungan di pentas politik makin ke sini kian sengit.
Ada hal yang lebih besar yang saya pikirkan. Demikian diungkapkan sosok cantik yang kini bernaung di partai Golkar ini.
Dijelaskannya, hal yang lebih besar dimaksud ialah keterpanggilan untuk membantu lebih banyak orang lagi.
“Memang sejauh ini sudah banyak orang yang mengaku terbantu tapi saya ingin lebih banyak lagi dengan skala lebih luas,” aku wanita kelahiran 20 Agustus 48 tahun silam ini.
Menurutnya, dengan terlibat langsung di parlemen, ia yakin mampu melahirkan kebijakan pro rakyat dengan dampak yang jauh lebih luas.
“Kalau hari ini saya hanya bantu paling banyak orang-orang Tagulandang, dengan keterlibatan saya di DPRD (Apabila diizinkan masyarakat), sudah pasti saya boleh bantu satu Sitaro dalam hal pengambilan kebijakan di bidang kesehatan,” urainya saat ditemui di ruang kerjanya sambil melayani pasien.
Oleh karena itu, sambung dia, apabila ada yang bilang dirinya maju karena mengejar materi, secara tegas ia menyebutkan jika hal itu keliru.
“Kalau untuk sekedar materi, apa yang saya miliki sudah lebih dari cukup. Namun kesenjangan sosial yang sering saya lihat akhir-akhir ini memuat saya harus terjun ke dunia politik,” tegasnya.
Justru sebaliknya, sambung dia lagi, induk dari semua kebijakan yang berkaitan dengan kemaslahatan banyak orang ada di lembaga DPRD.
“Oleh karena itu, untuk meminimalisir kesenjangan ini, saya pikir harus dimulai dengan masuk di lembaga itu (DPRD),” simpul jebolan program studi Magister Manajemen Universitas WR Supratman Surabaya ini.
Dengan basic pendidikan sebagai seorang dokter, lanjutnya, tentunya dengan tidak menyampingkan persoalan lain, masalah kesehatan akan selalu jadi prioritas untuk diperjuangkan.
“Mulai dari ketersediaan obat, pelayanan kesehatan yang lebih harus ditingkatkan lagi, serta hak-hak tenaga kesehatan yang pastinya akan saya perjuangkan,” ujarnya.
“Tentunya, Banyak yang harus dibenahi dan itu bisa mudah bila melalui parlemen atau politik,” kuncinya.
[kid/ein]
Update Berita dan
Artikel
KOMENTAR.ID menarik lainnya di
Google News.