Berjuang Menghapus Peraturan Bersama Dua Menteri, Presidium Hak Beribadah Temui PGI

Presidium Hak Beribadah menemui PGI (Ketum, Sekum, Biro-biro), Selasa (20/1/2026) di kantor PGI, Jakarta. (IST)

Jakarta, KOMENTAR.ID
Presidium Hak Beribadah yang terdiri atas Badan Kerja Sama Gereja dan Lembaga Kristen Indonesia (BKSG-LK INDONESIA), TEGAS Jaga Indonesia, PIS, ICRP, PENGHAYAT, dan BAMAGNAS sedang berjuang untuk memastikan hak-hak masyarakat beribadah dengan baik. Sebagai bentuk usaha itu, sejumlah elemen PHB menemui PGI (Ketum, Sekum, Biro-biro), Selasa (20/1/2026) di kantor PGI, Jakarta.

“Saya bersyukur pertemuan antara Presidium Hak Beribadah dengan PGI bisa berjalan dengan hangat,” ujar pengurus PHB Dr Pdt Ferdinand Watti, Rabu malam.

Menurut penuturannya, pertemuan ini membahas tentang perjuangan untuk menghapus ataupun mencabut Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No 9 dan 8 Tahun 2006 yang disering digunakan untuk melarang kegiatan-kegiatan keagamaan.

“Kami berharap supaya PB2M 2006 itu dicabut dan diganti dengan Peraturan yang baru yang lebih konstitusional ataupun direvisi menjadi peraturan yang benar-benar dapat menjamin kemerdekaan beragama dan beribadat,’ terang Watti.

“Saya berharap perjuangan kami terhadap kebebasan beribadah ini bisa menjadi atensi pak Presiden,” sambung Watti.

Lebih lanjut, Ketua Umum TEGAS Jaga Indonesia Konstantin Natal Setio Amd Par
menyatakan bahwa atas jasa Pendeta Ferdinand Watti, Presidium mendapat sambutan amat baik dari PGI yang menyatakan akan bergandeng tangan untuk tujuan yang sama.

“Ini adalah kunjungan pertama dari rangkaian kunjungan kepada Lembaga-lembaga Gereja, Penganut Kepercayaan & Organisasi Islam.
Niatan dari Presidium ini adalah untuk mengajak sebanyak-banyaknya pihak-pihak yang berkepentingan untuk dicabut & digantinya — meminjam istilah Bang Ade — PB 2 Menteri yang menggantikan SKB 2 Menteri,” jelas Natal.

Ia juga memohon doa TEGAS Bestie agar kunjungan-kunjungan berikut dapat berjalan lancar mulai dari mengajak sebanyak-banyaknya pihak untuk menghadap Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Kemudian kami berencana untuk merayakan Ulang Tahun SKB 2 Menteri yang ke-20 di bulan April 2026. Semoga kegiatan ini akan mendapat dukungan yang luas. Salam Damai Indonesia. Konstantin,” pinta Natal.

(Kim)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts