Basarnas Sangihe Tanggapi Pernyataan Djekmon Amisi Soal Insiden Kapal Jala Sena

Home » Basarnas Sangihe Tanggapi Pernyataan Djekmon Amisi Soal Insiden Kapal Jala Sena

Manado, KOMENTAR.ID

Pernyataan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Talaud Djekmon Amisi SH mengenai sikap Basarnas yang menurutnya tidak merespon insiden Kapal Jala Sena mendapat tanggapan Basarnas Tahuna.

Kepada Redaksi KOMENTAR.ID, Komandan Pos Basarnas Tahuna Steven Lumowa, SIP menjelaskan sebagai berikut;

Kami menerima informasi dari Talaud pukul 16.02 WITA bahwa kapal jalasena GT 63 dengan muatan 35 ton mati mesin di perairan antara Talaud dan Tahuna. Kami langsung respon dengan informasi tersebut dengan berkoordinasi untuk melakukan evakuasi. Tapi mereka tidak mau dievakuasi kalau hanya jiwa manusia. Mereka meminta kami harus melakukan penarikan kapal.

Basarnas Pos Sangihe hanya mempunyai speed boat panjang 9 meter. Jadi tidak mungkin melakukan penarikan dan itu bukan tupoksi kami.

Tugas utama kami adalah menyelamatkan jiwa manusia bukan benda. Itu yang kami sampaikan kepada pelapor dan upaya kami langsung berkoordinasi dengan Pol Air Polres Sangihe, KUPP Tahuna, LANAL Tahuna untuk membantu penarikan kapal.

Tapi informasi dari pemilik kapal pukuk 20.00 WITA di Surabaya lewat Kacab Pelni Tahuna bahwa kapal sudah dekat Salibabu dan pemilik kapal sudah menyiapkan pajeko untuk melakukan penarikan.

Jadi apa yang diberitakan itu tidak benar mengatakan bahwa BASARNAS Sangihe NO RESPON. Demikian!

Basarnas Pos Sangihe hanya mempunyai speed boat panjang 9 meter.

Diketahui, Kapal Jala Sena mengalami kerusakan mesin dan terombang-ambing di perairan perbatasan Kabupaten Talaud dan Kabupaten Sangihe.

Kapal penangkap ikan yang mengangkut 35 ton ikan serta tujuh anak buah kapal (ABK) tersebut, akhirnya berhasil ditemukan setelah dinyatakan hilang pada Rabu (17/2/2021). Usaha pencarian ditempuh pihak perusahaan bersama beberapa perahu motor warga. (*)


Leave a Reply

Your email address will not be published.