Minut, KOMENTAR.ID
Meski telah selesai periode sebagai Hukum Tua Tarabitan, Kecamatan Likupang Barat (Likbar), Minahasa Utara (Minut), namun isu kurang sedap menyasar Wilton Tatuil. Kepada media ini sejumlah warga mengaku akan menyeret Tatuil ke Aparat Penegak Hukum (APH).
Bukan tanpa alasan, mereka menyebutkan jika semasa menjadi hukum tua di periode kemarin, banyak kejanggalan yang dibuat Tatuil, khususnya menyangkut pengelolaan dana desa.
Mereka mengaku sudah pernah melaporkan ini ke Inspektorat, namun karena kala itu bertepatan dengan pandemik COVID sehingga progresnya tak diketahui lagi.
“Mungkin kemarin-kemarin dia (Hukum Tua) boleh lolos karena ada COVID, tapi kali ini tentu lain lagi ceritanya,” tegas sejumlah warga ketika menemui wartawan media ini, Selasa (25/3/2025).
Merujuk pada dieksekusinya Hukum Tua Paputungan oleh Kejaksaan Negeri Minut, membuat warga optimis kasus ini akan terbuka kembali.
“Kami punya bukti-bukti yang siap kami ajukan ke APH,” tegas mereka.
Mereka mencontoh proyek pengeboran air bersih di jaga satu, kala itu dianggarkan lebih dari tiga ratusan juta dari dana, namun saat ini masyarakat tidak ada manfaatnya.
“Itu baru satu (Proyek pengeboran air bersih) Pak (Wartawan), sedangkan di sini ada kurang lebih tujuh titik yang alokasi anggarannya tidak sedikit,” bebernya sembari menyebutkan, pengerjaan proyek tersebut didominasi oleh swadaya masyarakat.
Kecurigaan warga tak sampai di situ, Wilton juga disebut-sebut diduga telah memalsukan laporan status tanah yang akan menjadi area untuk titik pengeboran. Dalam pertanggungjawaban ditulis pembelian, sementara kenyataannya sebagian besar lahan tersebut dihibahkan oleh warga.
Akan hal ini, pihaknya mengaku sangat tidak percaya jika kemudian pengelolaan keuangan di pemerintahan Tatuil disebut bersih.
“Waktu belum jadi hukum tua, mereka tak punya usaha, kursi hampir tidak ada, tapi hari ini sudah ada mobil. Uangnya dari mana? Inikan aneh?” sindir warga.
Karenanya, mereka juga bakal meminta APH melakukan pembuktian harta terbalik bagi Wilton, karena mereka curiga dengan asal muasal aset yang dimilikinya saat ini.
“Emang berapa gaji Hukum Tua per bulan? Apa mampu buat beli mobil, beli kebun, beli perabot mahal? Kita punya bukti-buktinya, dan siap kita bawa ke Kejaksaan,” kunci mereka.
Sementara itu, mantan Hukum Tua, Wilton Tatuil, belum bisa dikonfirmasi. Saat media ini menyambangi Desa Tarabitan, yang bersangkutan belum bisa ditemui.
[ein/kid]






