Akibat Rampas Mobil Warga dan Memeras Ratusan Juta, ACC Finance akan Digeruduk Ribuan Warga LP2KKNP, Selasa Pekan Depan

Ketua Umum Brigade Nusa Utara Indonesia Stenly Sendow SH. (Istimewa)

Manado, KOMENTAR.ID
Tindakan kejahatan perampasan mobil Fortuner yang dilakukan sejumlah orang bayaran ACC Finance di Manado pada tahun lalu mulai berdampak pada kemarahan masyarakat. Ribuan personel warga yang terorganisir dalam Lembaga Pemantau Penyakit Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (LP2KKNP) Sulawesi Utara, mulai bereaksi dan berencana akan menggeruduk kantor ACC Finance Sulut, Selasa pekan depan.

Isyarat demonstrasi itu disampaikan Ketua LPKKNP Sulut Stenly Sendow SH usai menerima permohonan advokasi dari pemilik mobil yang disampaikan J Wuisan, Sabtu (26/7/2025) pada di Manado.

Menurut Stenly Sendow SH, tindakan bar-bar yang dilakukan kelompok penarik mobil dari ACC merupakan wujud kebiadaban yang tersamar dalam tubuh lembaga Finance.

“Dalam hukum bisnis apapun orang awam juga tahu, sangat tidak mungkin satu unit barang punya dua database kepemilikan. Mobil Fortuner itu sangat terang benderang milik Jacob Wuisan yang sudah dijual ke Denny Sondakh. Dan mereka tidak ada kaitan lagi dengan ACC Finance karena sudah lunas. Pemilik mobil juga bayar pajak. Lalu kenapa penarikan karena ada BPKB oknum lain? Ini kurang ajar,” ujar Sendow dengan nada geram.

Lebih lanjut, LPKKNP akan mendatangi ACC Finance untuk mendesak penutupan kantor usaha dan menuntut ganti rugi dari ACC Finance ke pemilik mobil Fortuner Denny Sondakh karena mobil ditahan selama satu tahun lebih.

“Mobil satu tahun ditahan. Sementara pemilik tidak ada utang piutang. Punya BPKB resmi. Jadi kami tuntut ganti rugi 12 bulan dikalikan biaya sewa Rp15 juta/bulan. Selain itu, ACC Finance harus bayar kerugian operasional pemilik mobil,” ujar Sendow.

Dia memperingatkan, apabila ACC Finance kemudian berupaya mengaburkan urusan, pihaknya akan mengambil langkah yang lebih tegas.

“Rampas mobil orang boleh kan? Jadi atas nama pemilik mobil kami akan ambil langkah tegas agar finance nakal ini kalau perlu ditutup dan keluar dari Sulut,” tegas Sendow.

Sebelumnya, ACC Finance diberitakan menahan mobil warga selama satu tahun.
Cara kerja sindikat mafia yang dipelihara lembaga Finance ACC Sulut untuk merampas Unit Mobil Fortuner di Kantor salah satu konsumen atas nama Danny Sondak. Kejahatan itu membikin rusak nama baik Polda Sulut karena terungkap kinerja database kepemilikan dokumen kendaraan yang ganda dan ironisnya muncul nama kembaran Kapolda Sulut.

Bayangkan sekelompok orang suruhan ACC Finance ini menarik mobil dengan hanya merujuk pada dokumen dan database yang sudah mati, lalu merampas mobil milik Danny Sondak yang memegang BPKB aktif dan resmi.

Redaksi sudah menemui Kasubdit BPKB Ditlantas Polda Sulut Kompolnas Roy yang menangani database BPKB. Setelah diperiksa di komputer kerjanya, ternyata database yang mencetak nama Rio Sanger dan Royke Langi sudah tidak aktif lagi.

“Data ini sudah mati. Jadi penyidik Polres tidak berhak menahan mobil itu atas nama ACC,” ujar Kasubdit BPKB Kompol Roy.

Sementara itu dari kubu pemilik mobil menginformasikan bahwa pihaknya diharus membayar Rp100 juta oleh ACC Finance untuk mengambil kembali mobil rampasan itu.

“Mobil sudah lama lunas tidak ada hutang masa minta uang Rp100 juta. Itu gila,” ujar Wuisang.

Terpisah, aktivis Sulut Jefrey Sorongan mengatakan cara ACC Sulut itu seperti mempermalukan Polda Sulut.

“Itu sama halnya membongkar database Ditlantas Polda Sulut. Masa satu unit kendaraan muncul dua dokumen,” tutur Sorongan. (kim)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts