Ada Pesulap di Dinas PUPR Bitung?

Bitung, KOMENTAR.ID

Dugaan adanya permainan “sulap” terhadap 2 proyek pengerasan jalan (Lapen) oleh oknum di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bitung, kian menguat.

Diketahui, proyek ini hanya menggunakan Lapis Penetrasi Macadam. Padahal, sebagaimana diketahui, Lapen terdiri dari agregat dan aspal.

Menurut informasi, proyek ini tanpa penganggaran bisa berarti bahwa anggaran yang dialokasikan untuk proyek tersebut minimal atau tidak ada. Sedangkan untuk standar pelaksanaan proyek harus melalui proses perencanaan termasuk penyusunan anggaran.

Anggaran proyek adalah rencana pengeluaran yang memandu proses ideasi, eksekusi, dan penyerahan proyek. Anggaran proyek membantu memastikan tim memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk memberikan hasil berkualitas.

Manajer proyek bertanggung jawab untuk memulai proyek, termasuk memeriksa kelayakan dan menyusun anggaran. Manajer proyek juga bertanggung jawab untuk melaksanakan perencanaan, seperti menetapkan tujuan dan sasaran, menentukan peran, dan penjadwalan tugas.

Dua proyek yang masing-masing berbanderol Rp200 juta jika tidak ada permainan anggaran. Proyek ini berlokasi di 2 tempat yaitu Perum Sari Cakalang dan Perum Asri yang selesai dikerjakan pada tanggal 4 Maret 2025.

Proyek dengan ukuran 300 m2 diduga kuat pelaksananya adalah Bidang Binamarga PUPR Bitung. Jika benar proyek ini tanpa melalui mekanisme yang seharusnya di lakukan maka Proyek tanpa perencanaan anggaran dapat berisiko membengkakkan biaya atau dana habis sebelum proyek selesai. Proyek yang tidak direncanakan dengan baik juga dapat berdampak pada kerugian finansial yang besar.

Dampak proyek tanpa perencanaan anggaran Membebani keuangan negara, Menimbulkan tekanan fiskal, Memicu krisis ekonomi di masa depan. Sanksi proyek yang melanggar aturan Teguran lisan atau tertulis, Pemberhentian sementara atau tetap, Ancaman pidana. Sedangkan untuk melaksanakan proyek harus melalui, Memahami lingkup proyek, Identifikasi biaya yang diperlukan, Perkirakan biaya dengan akurat, Atur prioritas anggaran, Susun anggaran dengan jelas, Pantau dan evaluasi penggunaan dana.

Menariknya, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Bitung, Haslinda saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan jika tahun ini tidak ada anggaran Rp200 juta untuk LAPEN. Menurutnya proyek yang dikerjakan tersebut adalah bagian dari pemeliharaan rutin.

“Iya Pak, tahun ini tidak ada anggaran Lapen 200 juta,”  jawab dia.

Lanjut dia, pekerjaan yang dimaksud merupakan pemeliharaan. Namun saat ditanyakan kenapa bentuk pemeliharaan justru Lapen, dia tidak menjawab.

Bahkan saat ditanyakan mengenai proyek existing seperti apa hingga pemeliharaan harus Lapen, ia tetap bungkam. Tidak heran jika kemudian banyak yang curiga kalau proyek Lapen ini syarat kepentingan.

[VM]

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts