Pengamat: Wajar Elektabilitas PAHAM Melejit karena Efek Kebijakan GSVL

0
193

Walikota Manado GS Vicky Lumentut melakukan salam sehat bersama ibu-ibu Muslim Manado. Foto: Istimewa

Manado, KOMENTAR.ID 
Di tengah gelombang resisten segelintir pihak terhadap kebijakan anggaran, Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) masih bisa mengupayakan diskresi untuk menyelamatkan hak ribuan warga. Hak Tenaga Harian Lepas (THL), Lansia, ASN/PNS, tenaga kebersihan, dan warga sipil. 
Dua dampak di masa sulit yakni bencana non-alam (covid-19) dan petaka penolakan legislatif mengenai perubahan APBD 2020 mengajarkan GSVL tentang kecermatan mengatur pos anggaran melalui beberapa diskresi. GSVL justru terus bekerja, menyalurkan bantuan sosial covid-19. Pada Selasa (2/12/2020), GSVL menyalurkan dana lansia tahap II yakni Rp1 juta per lansia. 
Efek kebijakan GSVL ini, yakni meningkatnya elektabilitas pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Manado Julyetha Pauline Amelia Runtuwene – Harley Alfredo Benfica Mangindaan (JPAR-) yang populer dengan jargon PAHAM. 
Di mata pengamat politik dan pemerintahan Fredy B Sumual SIP, efek linear dari diskresi walikota terhadap PAHAM, merupakan kondisi normal yang dengan sendirinya terjadi di medan politik. 
“Dulu saat Pilpres dan Pemilu Legislatif, PDIP mengejar elektabilitas dari Jokowi Efect. Jokowi bagian dari PDIP. Nah di Pilkada Manado, Nasdem dan JPAR-Ai menangkap GSVL Efect. Dan itu wajar. GSVL pun bagian dari Nasdem dan JPAR. Kompetitor pilkada mestinya tidak perlu merasa terganggu. Kecuali GSVL secara kasatmata memanfaatkan diskresi untuk kepentingan politik JPAR-Ai dan Nasdem,” jelas Sumual di Manado, Selasa (1/12). 
Lebih jauh kata Sumual, normal bahwa seorang isteri panen dukungan karena prestasi dan kerja keras suami untuk masyarakat. “Di belakang keberhasilan suami, ada isteri yang sangat paham dan setia mendukung. Di belakang keteguhan GSVL bekerja, ada JPAR yang setia menyokong pengabdian suami,” ujar Sumual. 
Diketahui, GSVL akan merealisasikan pembayaran dana lansia tahap akhir di tahun 2020, akan dilaksanakan mulai 03 Desember 2020. “Setiap lansia akan menerima Rp 1 juta per orang sebagai bentuk kepedulian saya kepada para orang tua di masa pandemi covid 19,” ucap GSVL saat membaur bersama dengan umat muslim di Kelurahan Teling Bawah.
Menurut GSVL, akibat dinamika politik jelang pilkada 9 Desember 2020 dan pandemi covid-19 yang menghantam seluruh daerah di Indonesia termasuk Sulut, maka Manado termasuk satu-satunya daerah otonom di Provinsi Sulut yang melakukan pembayaran dana lansia. 
“Cuma Kota Manado di Provinsi Sulut, sementara kabupaten/kota lainnya di Sulut untuk sementara ditangguhkan,” kata Walikota .
Selain lokasi penyalurannya akan dilaksanakan di masing-masing kelurahan, pihak BRI juga akan turun di seluruh kelurahan. “Jadi total yang dibayarkan adalah Rp1,5 juta per orang. Supaya komitmen moral saya dengan lansia tuntas di tahun 2020,” jelas Walikota. 
Di samping  dana lansia, Walikota juga mulai melakukan pembayaran dana THL, khusus petugas kebersihan. “Petugas kebersihan wajib kita perhatikan. Kita bisa membayangkan bagaimana jadinya jika sampah di jalan-jalan menumpuk 2-3 hari. Untuk itu supaya kota kita kelihatan bersih dan sejuk, maka hak petugas kebersihan tetap kita perhatikan,” ujar Lumentut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here