Tahuna, KOMENTAR.ID
Pulau Terluar Kawio Kecamatan Marore masih terus mengalami guncangan gempa, tetelah diiguncang gempa hebat 7,7 skala richter Senin 8 Juni 2026, turpusat di negara tetangga Filipina.
Terbukti, saat Bupati Michael Thungari dan rombongan berkunjung ke pulau Kawio, sekaligus mengantar bantuan kepada warga yang terdampak, tiba-tiba gempa kembali mengguncang dengan kekuatan 5,4 skala richter.
Meski Bupati dan Forkopimda tetap tenang duduk di tenda ketika terjadi gempa, tapi warga yang sedang mengikuti pengobatan gratis sempat panik dan berhamburan ke halaman.
Bukan cuma itu, Kadis Kominfo Sangihe, Ronald Lumiu bersama para wartawan Meidi Pandean, Asril Tatanda, Juan Tahulending dan beberapa staf Bagian Prokopim yang sedang duduk di dalam Kantor Kampung Kawio, juga sempat sport jantjung namun tetap tenang dan kembali lagi masuk ke dalam kantor kampung.
Kepala Lendongan 2 Kamping Kawio, Semuel Mandalusa mengakui, gempa susulan di Kawio sudah ratusan kali terjadi, sehinggq warga masih enggan kembali ke rumah dan memilih tidur di tenda.
“Sejak gempa baberapa hari lalu, gempa susulan terus terjadi sampai saat ini, dan kami masih trauma karena sudah seratus kali lebih gempa susulan terjadi,” ujar Semuel. {PeyKID}






