Teror Gempa Filipina Makin Meresahkan Warga Pulau Terluar, Semoga Presiden Dan Gubernur Datang

Tahuna, KOMENTAR.ID

Gempa dahsyat 7,7 magnitudo yang terpusat di negara tetangga Filipina kini menambah penderitaan warga Pulau Terluar, Kawio, Marore dan Matutuang Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Ibarat sudah hidup penuh keterbatasan, kini warga pulau terluar juga mengalami penderitaan akibat tekanan dan ketakutan serta kekhawatiran gempa yang sampai saat ini masih terus mengancam.

Bahkan karena terjadi berkali-kali dalam sehari, gempa yang terjadi sejak Senin (08/06/2026), kini telah menjadi ‘teror’ yang selalu mengganggu kehidupan warga yang selama ini hidup tenang meski dalam keterbatasan.

Dampak dari teror gempa, hingga saat ini masih banyak warga di pulau Kawio, Marore dan Matutuang lebih memilih hidup di tenda-tenda darurat, dengan alasan takut gempa susulan maupun faktor keberadaan rumah tempat tinggal yang sudah tidak layak untuk ditinggal.

Kepala Lendongan 2 Kamping Kawio, Semuel Mandalusa mengakui, gempa susulan di Kawio sudah ratusan kali terjadi, sehinggq warga masih enggan kembali ke rumah dan memilih tidur di tenda.

“Sejak gempa dahsyat terjadi, hingga saat ini gempa susulan terus terjadi dan kami masih trauma karena sudah lebih dari sua ratus kali gempa susulan terjadi,” ujar Semuel

Sentuhan Pemkab Sangihe

Pasca gempa yang mengakibatkan ratusan rumah warga rusak, Bupati Michael Thungari didampingi Wabup Tendris Bulahari serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pada Kamis (11/06/2026) langsung berkunjung dengan menumpang KM Sabuk Nusantara 95, sambil membawa bantuan logistik dan bahan pokok, baik bantuan Pemkab Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara maupun Pusat.

Pengobatan Gratis Dan Dapur Umum

Selain membawa bantuan bagi warga yang terdampak langsung maupun warga lainnya, rombongan Bupati juga membuka posko pengobatan gratis baik di Pulau Kawio, Marore maupun Matutuang. Selain itu, Tim Pemkab Sangihe juga membuka dapur umum, baik untuk warga setempat maupun rombongan, bahkan Bupati, Wabup dan Forkopimda makan bersama di tenda bersama warga yang terdampak gempa.

Trauma Healing

Tidak hanya fokus menyerahkan bantuan, Bupati, Wabup, Danlanal, Dandim, Kapolres serta Kajari, ikut terlibat langsung meredahkan trauma warga lewat kegiatan trauma healing.

Yang ikut kegiatan trauma healing, juga anak-anak di ketiga pulau, dan mereka kembali riang gembira menari, menyanyi dan bermain, apalagi bernain bersama Bupati, Wabup, Danlanal, Dandim, Kapolres serta Kejari.

Kapan Presiden Dan Gubernur Datang ?

Ditengah warga pulau terluar sedang terpuruk, kini muncul pertanyaan, apakah Pesiden Prabowo Subianto maupun Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling akan datang meninjau pulau terluar Kawio, Marore dan Matutuang atau tidak.

Miris jika salah satu dari kedua tokoh penting ini tidak punya niat melihat kondisi pulau terluarq yang notabene adalah beranda NKRI, yang mestinya mendapat perhatian khusus karena berada di zona rawan, dimana dulunya sempat jadi tempat transitnya teroris.

Semoga saja Presiden dan Gubernur tidak pilih kasih memperlakukan pulau terluar di Kepulauan Sangihe.

Pulau terluar Marore, Kawio dan Matutuang sama dengan pulau terluar lainnya di tanah air, sangat butuh kehadiran Presiden dan Gubernur. {PeyKID}

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts