Tahuna, KOMENTAR.ID
Kinerja layanan Perusahaam Daerah Air Minum (PDAM) Sangihe kembali menuai sorotan, menyusul ada lagi masyarakat pelanggan yang mengeluh air di rumah mereka mandek dan kebanyakan mati, kalau pun jalan hanya menetes.
Dari pengakuan warga, masalah air ini terjadi sudah lebih dari sebulan dan telah dilaporkan ke pihak PDAM, hanya saja sampai saat ini terkesan managemen PDAM belum mampu mengatasinya.
Yang memiriskan, keluhan warga ini mencuat setelah Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari baru saja melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di kantor yang telah menggunakan nama Perumda Ake Banua.
“Sudah satu bulan lebih air di tempat kami hanya menetes dan kebanyakkan mati, kami sudah berulang kali mengeluh ke PDAM tapi belum ada hasil,”ungkap beberapa warga Makawang dan warga Kelurahan Soataloara 1 Tahuna.
“Padahal kami tahu pak Bupati Michael Thungari baru saja melakukan sidak di kantor PDAM. Semoga saja setelah sidak masalah air ditempat kami bisa diatasi,”tambah warga.
Sementara itu, Ketua LSM Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPN-RI), Darwis Sasela, menegaskan perlu dilakukan evaluasi kinerja Direktur PDAM Sangihe, Teguh Salainti, apalagi PDAM punya dewan pengawas, perlu dipertegas tugas dan fungsinya.
Begitu pun terkait sidak yang dilakukan Bupati, Darwis berharap harus ada langkah konkrit jika ditemukan ada layanan yang tidak maksimal, sebab jika hasil sidak tidak membawa perubahan, bukan tak mungkin muncul kesan sidak hanya seremoni saja tanpa mampu meminimalisir keluhan warga terkait masalah air PDAM.
“Apalagi saat ini PDAM sedang bangun kantor baru dengan anggaran ratusan juta, disementara itu keluhan layanan masih bermunculan. Entah mana yang penting, bangun kantor baru atau perbaikan layanan ?. Semoga saja ada evaluasi dari pak Bupati dan DPRD,”tegas Darwis.
Direktur PDAM Sangihe, Teguh Salainti ketika dikonfirmasi, tidak menepis jika masih ada permasalahan air di lapangan, namun pihaknya tetap berusaha melakukan perbaikan.
“Memang ada laporan ke kantor dan saat ini kami sementara melakukan perbaikan, terutama jaringan pipa asbes yg bocor untuk menambah tekanan air, permasalahan di Makawang dan sebagian Soataloara 1 disebabkan tekanan air yg berkurang,”jelas Teguh. {PeyKID}






