Calon Sekda Sangihe Mulai Ramai, Pasandaran Vs Izaak Atau Pejabat Droping Luar Daerah ?

Pasandaran vs Izaak

Tahuna, KOMENTAR.ID

Sejumlah nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Sangihe mulai ramai dibicarakan, meski masih sekitar sembilan bulan lagi Sekda Sangihe Melanchton Harry Wolff akan memasuki masa purna tugas selaku ASN

Ada cukup banyak pejabat Pemkab Sangihe yang memiliki kompetensi menjadi Sekda, namun yang justru mencuat kepermukaan hanya dua nama, yakni Kadis Kesehatan Sangihe, Handry Pasandaran dan Kepala Bapelitbang Sangihe, Ronald Izaak.

Kompetensi Handry dan Ronald pun kini mulai dibanding-bandingkan, dari track record selaku ASN serta pengalaman menjadi pimpinan OPD hingga kemampuan mereka berdua melakukan lobi atau punya akses kuat ke Pemprov Sulut maupun ke jajaran Kementerian Pusat.

“Kalau soal kualitas mungkin berimbang, namun untuk punya akses ke provinsi dan pusat pak Handry unggul, karena sudah dia buktikan beberapa kali, hanya saja dari sisi pengalaman memimpin OPD, pak Ronald lebih banyak,” ungkap salah satu sumber pada diskusi ringan kalangan LSM dan Pers di Taman Kota Tahuna, Jumat (17/10/2025).

Berkembang juga dalam diskusi, baik Handry maupun Ronald, konon sama-sama sosok pejabat yang masuk dalam kriteria yang disukai Bupati Michael Thungari.

“Sudah santer kalau Pak Handry dan pak Ronald masuk dalam kriteria pak Bupati. Jika ini benar, pasti seleksi akan ketat karena keduanya sama-sama pejabat berkualitas,”kata sumber lain.

Yang menarik, nama Asisten I Johanis Pilat juga turut jadi topik pembahasan Sekda, hanya saja Johanis selaku pejabat senior akan terganjal dari sisi persyaratan usia.

“Pak Johanis Pilat sebetulnya juga memenuhi kriteria, apalagi peran beliau belakangan ini sebagai Asisten I cukup dominan. Tapi itu juga tergantung pak Bupati, persyaratan bisa dibijaksanai, karena pernah terjadi pada seleksi Sekda di salah satu kabupaten di Sulut,”ucap salah satu mantan pejabat Pemkab Sangihe.

“Justru saya melihat pak Johanis sangat berpeluang menjadi Pelaksana Tugas Sekda, disaat proses seleksi nanti,”tambahnya.

Disisi lain, pejabat droping dari luar Sangihe juga turut disentil, bahkan peluangnya cukup terbuka jika berkaca dari pemerintahan sebelumnya, dimana ada beberapa Sekda Sangihe yang berasal dari pejabat Pemprov Sulut.

“Tentunya kembali lagi ke pimpinan daerah, dalam hal ini pak Bupati Michael Thungari apa punya keberanian menolak pejabat droping, seperti yang pernah dilakukan mantan Bupati pak Jabes Gaghana saat seleksi Sekda lalu,”ujar Ketua PPWI Sangihe, Fentje Janis.

“Tapi bisa saja ada pertimbangan
pejabat didroping bisa jadi sekda, karena dari pengalaman lalu, sekda utusan pemprov, seperti pak Edwin Roring mampu bertugas dengan baik,”kunci mantan anggota DPRD Sulut itu. (PeyKID)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts