Bupati Thungari Hadiri Pemakaman Mantan First Lady Sangihe -Talaud, Isteri Bupati Penggali Seni Masamper

Tahuna, KOMENTAR.ID

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari menghadiri ibadah pemakaman mantan First Lady Sangihe, mendiang Ibu Georgina Mende Mandik, istri dari almarhum Kolonel Infanteri Yan Mende, Bupati Kepulauan Sangihe-Talaud ke-17 periode 1981–1986, Minggu (12/10/2025).

Ibadah berlangsung di kediaman keluarga besar Mende–Mandik Jalan B.W Lapian No. 11, Tikala Kumaraka, Manado, dihadiri jajaran pemerintah setempat, tokoh masyarakat, tokoh budaya serta warga Jemaat GMIM Solagratia Tikala dan masyarakat Nusa Utara di Manado.

Dalam sambutan mewakili Pemkab Sangihe, Bupati Michael Thungari menyampaikan rasa duka mendalam sekaligus penghormatan atas jasa dan keteladanan almarhumah semasa hidupnya.

Michael mengatakan, mendiang Ibu Georgina Mende – Mandik bukan sekedar pendamping seorang pemimpin daerah, tetapi juga sosok ibu bagi masyarakat yang dikenal rendah hati, tulus, dan penuh kasih

Michael juga mengenang peran besar almarhumah bersama suaminya, Kolonel (Inf) Yan Mende, Bupati yang berwibawa dan peduli rakyat, dimana alamarhumah turut berperan besar penopang perjalanan roda kepemimpinan di Kepulauan Sangihe, Talaud dan Sitaro.

“Dengan pola hidup yang sederhana hati yang tulus, Ibu Georgina turut membentuk gaya kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan dan kasih kepada sesama,”ungkap Michael.

Alamarhumah Georgina Mende Mandik kata Michael, juga turut berperan dalam melestarikan nilai-nilai budaya Sangihe, termasuk ikut menopang jiwa budaya sang suami dalam menggali kembali dan mengembangkan seni budaya Masamper, yang hingga saat ini telah berkembang pesat hingga nasional bahkan mendunia.

Michael turut mengurai sejarah Keluarga Mende–Mandik hingga ke kancah nasional, dimana keluarga ini tercatat memiliki kedekatan dengan keluarga pahlawan nasional Letnan Catur Pierre Tendean, serta keluarga Jenderal A.H. Nasution.

Ada juga kenangan indah dikisahkan Michael yang masihmembekas di tengah masyarakat, yakni tentang kepedulian mendiang Ibu Georgina dan suaminya kepada seorang anak sekolah yang bekerja membersihkan halaman kantor daerah pada awal tahun 1980-an.

Anak itu diberi bantuan beras dan uang setiap bulan, sebuah wujud nyata kasih dan empati keluarga Mende–Mandik kepada sesama.

“Ini kesaksian betapa kuatnya nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang tumbuh dari keluarga ini, dan nilai-nilai itulah yang patut kita teladani,”kata Michael.

Mengakhiri sambutannya, Michael menyampaikan penghargaan dan doa bagi keluarga besar Mende–Mandik yang ditinggalkan.

“Semoga warisan moral dan kasih yang almarhumah tinggalkan menjadi inspirasi bagi para pemimpin dan generasi mendatang. Selamat jalan Ibu Georgina Mende Mandik, istirahat dengan tenang dalam kasih Tuhan. Jejak kasih, ketulusan, keteladanan akan selalu hidup dalam hati kami masyarakat Sangihe,”tutup Michael.{PeyKID}

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts