Tahuna, KOMENTAR.ID
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Tungari didampingi Ketua TP-PKK Cherry Sandica Thungari Soeyoenus, menghadiri kawin massal, sekaligus menyaksikan 19 pasangan suami istri (Pasutri) di Kampung Mohong Sawang, Kecamatan Kendahe, resmi menikah dan memperoleh pengakuan sah secara agama maupun negara, Kamis (04/06/2026).
Program ini langkah nyata dalam membantu pasangan yang selama ini hidup bersama namun belum memiliki legalitas pernikahan akibat berbagai kendala, mulai dari faktor ekonomi hingga persoalan administrasi.
Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari memberikan selamat kepada pasangan yang mengikuti pernikahan massal tersebut.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya bersama untuk menyelesaikan persoalan sosial yang selama ini masih ditemukan di tengah masyarakat,” ungkap Michael.
Menurutnya, pernikahan bukan hanya menyangkut hubungan antara laki-laki dan perempuan, tetapi merupakan institusi yang menjadi dasar terbentuknya keluarga dan masyarakat. Karena itu, legalitas pernikahan sangat penting demi memberikan kepastian hukum bagi pasangan maupun anak-anak.
Michael menegaskan, jika masih ada pasangan yang telah membangun rumah tangga namun belum memiliki ikatan pernikahan yang sah menurut agama dan negara, hal ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk administrasi kependudukan dan perlindungan hukum bagi anggota keluarga.
“Program nikah massal merupakan bentuk kepedulian pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam membantu warga memperoleh hak-hak mereka secara sah dan bermartabat,” ujarnya.
Kapitalaung Kampung Mohong Sawang, Yulist Salindeho mengatakan, program nikah massal merupakan bagian dari upaya pemerintah kampung untuk menekan angka pasangan yang hidup bersama tanpa ikatan pernikahan yang sah.
“
Melalui program ini setiap keluarga memiliki status hukum yang jelas sehingga dapat mengakses berbagai pelayanan administrasi dan memperoleh perlindungan hukum yang semestinya,”kata Yulist.
Turut hadir, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Davidson Henry Djarang, Kepala Dinas Pendidikan Julien Manangkalangi, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. {PeyKID}






