Tahuna, KOMENTAR.ID
Bupati Sangihe, Michael Thungari bersama Ketua DPRD, Ferdy Sondakh Wakil Ketua I Risald Paul Makagansa (RPM) dan Wakil Ketua II Marvein Hontong, melakukan pemantauan aktifitas Rumah Sakit Liunkendage Tahuna, Kamis (09/10/2025),
Meski terkesan pantauan biasa, namun berhasil ditemukan sejumlah hal janggal yang sudah berlarut-larut terjadi yang mempengaruhi kualitas pelayanan, seperti masalah kebersihan lingkungan rumah sakit, ketersediaan fasilitas serta kinerja pelayanan tenaga medis yang belum maksimal.
Kehadiran Bupati bersama Pimpinan Dewan, dilakukan sebagai bentuk perhatian untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan pasca mencuatnya sejumlah keluhan warga.
Usai pemantauan, Bupati yang turut didampingi Sekda Harry Wolff, Asisten II dan Kadis Kesehatan, Handry Pasandaran bersama tiga pimpinan dewan, langsung menggelar rapat khusus dengan direktur RSUD Liunkendage Tahuna Aporkius Loris beserta jajarannya dan perwakilan dari BPJS kesehatan.
Rapat membahas peningkatan pelayanan ke depan, di antaranya, soal kebersihan, kenyamanan rumah sakit, perbaikan sistem pelayanan pasien, termasuk pelayanan pasien rujukan.
Penempatan 1 unit mobil ambulance di Manado juga diusulkan guna mempercepat pelayanan pasien rujukan.
Yang cukup menarik, eks Kantor Perwakilan Pemkab Sangihe yang ada di Manado, juga diusulkan menjadi rumah singgah bagi pasien dan keluarga serta tenaga medis yang mendampingi pasien rujukan selama melakukan pengobatan.
Dalam rapat, juga dipertegas pemanfaatan anggaran secara proposional pada pos pembiayaan belanja jasa dan belanja operasional, meliputi peningkatan sarana prasarana, ketersediaan obat-obatan dan belanja lainnya harus digunakan sesuai aturan.
“Kehadiran kami ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai upaya bersama untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan RS Liun Kendage. Pihak rumah sakit seharusnya juga memberikan pelayanan terbaik,”kata Bupati Michael Thungari.
Wakil Ketua I DPRD Sangihe, Risald Paul Makagansa disela rapat, meminta pemerintah daerah dapat memberikan subsidi khusus bagi para pasien rujukan guna membantu keluarga pasien selama berada di Manado.
“Subsidi khusus bagi pasien rujukan ini karena selama keluarga yang mendampingi yang sakit di Manado, mereka tidak bisa bekerja untuk mendapatkan uang. Ini patut menjadi perhatian dari pemerintah,”tegas Paul.
Sementara itu, kehadiran Bupati dan Pimpinan Dewan di RS Liunkendage, mengundang apresiasi masyarakat, mengingat selama ini terdapat sejumlah keluhan yang kerab mencuat di media sosial.
Meski begitu, warga berharap dari hasil pantauan yang kemudian dibahas dalam rapat khusus, jangan hanya terdengar manis di telinga masyarakat, apalagi hanya sebatas janji, tapi harus direalisaikan, sehingga pelayanan rumah sakit benar-benar prima.
“Apalagi aksi pemantauan pak Bupati dan Pimpinan Dewan baru kali ini terjadi selama masa pemerintahan di Sangihe, kami berharap apa yang sudah dibicarakan dalam rapat dapat terealisasi,” ujar beberapa warga Tahuna. {PeyKID}






