Tahuna, KOMENTAR.ID
Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) adalah beras yang disalurkan Perum Bulog dalam kemasan 5 kilogram sebagai bagian dari program pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.
Beras SPHP ini sudah menjadi komsumsi andalan warga Kepulauan Sangihe, tapi sayang sejak Maret hingga Juli 2025, warga di perbatasan Indonesia-Philipina tidak bisa lagi menikmatinya, padahal stok beras SPHP ini melimpah di gudang Bulog Sangihe.
Hal ini diakui Kepala Bulog Sangihe, Khristian Prasetia ditemui awak media baru-baru ini.
“Kalau stok beras SPHP banyak di gudang, tapi kami tidak bisa menyalurkan karena ada kebijakkan pusat yang menghentikan penyalurannya,” kata Khristian.
“Sepertinya ini langkah strategis pemerintah terkait penghentian sementara impor beras dan mendorong pembelian gabah langsung dari petani agar harga gabah di tingkat petani tidak anjlok,”jelasnya
Meski ada penghentian penyaluran, menurut Khristian dalam waktu dekat pihak Bulog Sangihe segera akan mendistribuskan SPHP gratis kepada 10.088 warga penerima yang tersebar di 167 kampung/kelurahan.
Adanya bantuan SPHP gratis kata Khristian, tidak lepas dari sikap tegas Bupati Michael Thungari yang langsung menyurati pusat, termasuk pula meminta beras segera disalurkan kembali, mengingat wilayah Kepulauan Sangihe tidak terpengaruh dengan panen.
“Soal beras SPHP ini Pak Bupati Michael Thungari juga sudah menyurati pusat,”kata Kristian.
“Jadi dalam waktu dekat ini Bulog akan menyalurkan beras SPHP gratis kepada 10.088 penerima, masing-masing penerima mendapat 20 kilogram. Data penerima bantuan langsung dari Kementerian Sosial,”ujarnya
“Kami akan langsung mengantarkannya ke setiap kantor kampung dan kelurahan, selanjutnya pemerintah setempat yang akan menyalurkannya, tapi Bulog akan tetap mengawasinya,”sambungnya
Ditambahkan, jika distrubusi beras akan normal kembali, Bulog akan menerapkan sistem baru, yakni semua pengecer beras SPHP diwajibkan menggunakan aplikasi resmi Bulog agar distribusi bisa dipantau langsung oleh pemerintah pusat.
“Lewat sistim baru ini setiap laporan penjualan oleh pengecer langsung terpantau. Jadi pengecer wajib melaporkan ke Bulog lewat aplikasj yang disiapkan”tutup Kristian. (PeyKID)






