Merasa Ditipu, Opa Marthen Bakal Polisikan Pemilik Toko Bangunan Sinar Baru

0
887
Tokoh Bangunan Sinar Baru di Jalan Hasanudin Tuminting. (foto istimewa)


Manado, Komentar.ID

Tokoh Bangunan Sinar Baru yang beralamat di Jalan Hasanudin Tuminting diduga melakukan penipuan terhadap Marthen Kalombang (49) Warga Sindulang II, Kecamatan Tuminting. Dugaan penipuan itu berawal dari pemilik usaha bahan bangunan tidak mau mengembalikan barang material berupa Sen 60 lembar dengan harga RP2.640.000 Rupiah.

Sabtu, (06/02/2021), Korban penipuan material Sen atas nama Marthen Kalombang, Pukul 02.00 Wita, mendatangi Tokoh Bangunan Sinar Baru, dengan tujuan ingin menunjukkan bukti nota (D.O) yang didalamnya tercantum cap dan tanda tangan dari pihak pemilik toko bangunan sinar baru.

Namun pemilik Toko atas nama Cintia Mamonto, tidak mau mengembalikan material sen 60 lembar yang sudah dibeli oleh Opa Marthen. “Walaupun Bapak mau melaporkan ke pihak kepolisian, tetap kami tidak menerima bukti nota tersebut,” kata Mamonto.

Padahal, transaksi pembelian material tersebut dilakukan lelaki paruh baya yang akrab disapa Opa Marthen, dan diterima langsung pemilik toko yang disertai tanda bukti cap dan tanda tangan.

“Trus dimana hak saya sebagai penerima barang tersebut, saya mendatangi tokoh bangunan sinar baru, sebagai bentuk menanyakan kebenaran, jelas saya sudah dirugikan,” ungkap Opa Marthen

Sementara itu Cintia Mamonto pemilik toko Bangunan Sinar Baru dikonfirmasi terkait pembelian material sen 60 lembar dengan harga 2.640.000 yang sertai dengan bukti nota menjelaskan, pihaknya tidak lagi menerima nota dikarenakan sudah dalam keaadaan kusut dan cap yang buram.

“Bukti Nota tersebut sudah tidak diterima lagi ditoko kami, karena sudah kusut dan cap yang ada sudah buram. Memang benar saya yang bertanda tangan, tapi cap tersebut sudah tidak kentara lagi,” katanya lagi.

Menariknya, Mamonto justru menantang pihak Opa Marthen untuk melaporkan kejadian itu ke pihak yang berwajib. “Silahkan kalian proses secara hukum atau silahkan muat di surat kabar atau online. Yang pasti dari pihak kami tidak ada solusi dalam hal ini,” tandasnya.

***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here