Memalukan! Usai Kuburkan APBD-P, DPRD Ngemis ke GSVL untuk Bayar Dua Perjalanan

0
212

Kantor DPRD Kota Manado. Foto: Istimewa

Manado, KOMENTAR.ID 
Urat malu sejumlah legislator Manado rupanya putus. Setelah menghentikan APBD Perubahan (APBD-P) 2020, wakil rakyat dikabarkan meminta Walikota Manado GS Vicky Lumentut untuk membayar perjalanan yang tidak pernah dianggarkan. Sumber resmi Pemkot Manado membocorkan, DPRD semula mendorong Sekretaris Dewan untuk membujuk walikota menata lima SPPD di masa pandemi Covid-19. Tapi ternyata GSVL tidak menggubris perjalanan tanpa arah itu. Lalu menyusul DPRD meminta dua pembayaran dua aktifitas wara-wiri di luar daerah. 
“Mereka mengemis biar cuma dua perjalanan. Tapi walikota bingung. Mau bayar caranya bagaimana. Karena tak ditata,” ujar sumber. 
Sebelumnya diberitakan,  aib DPRD Kota Manado terbongkar. Sumber internal dewan membocorkan, legislator lima kali terbang ke luar daerah. Ironisnya itu terjadi saat pemerintah sedang giat meminta masyarakat kerja dari rumah. Itu persis pertengahan 2020. 
“Tidak pernah dianggarkan. Mereka pakai uang sendiri. Dengan maksud baru akan ditata di perubahan anggaran 2020,” ujar sumber, Senin (23/11) di Manado. 
Buntutnya, Walikota Manado GS Vicky Lumentut kesulitan melandeni permintaan untuk mengganti kocek pribadi legislator yang dipakai untuk perjalanan tidak jelas di masa corona. 
Imbasnya, personil DPRD Kota Manado makin beringas menyerang kinerja pemerintah Kota Manado. Setelah mengeksekusi tanpa ampun postur APBD Perubahan 2020, legislator mencari cela lain. Dewan berusaha menggali database bantuan sosial, mengingat Walikota Manado GS Vicky Lumentut membuat diskresi, sebagai langkah bijak usai dewan menguburkan semua harapan rakyat dalam APBD Perubahan 2020. Belakang marak persoalan KTP. Beberapa hari sebelumnya, satu personil legislator marah-marah di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Manado. Lalu muncul lagi serangan mengenai perekaman e-KTP di rumah warga. 
Menanggapi pernyataan serampangan personil DPRD, sumber internal Pemkot Manado membocorkan, itu buntut amarah wakil rakyat karena lima perjalanan dinas tidak dibayar. 
“Kalau benar, kami minta Kejaksaan dan Polda Sulut turun mengusut informasi ini. Ini keterlaluan. Ada niat berbuat jahat. Masa pandemi tabrak anjuran pemerintah. Pantasan mereka yang paling ribut di masa sulit. Teriak kebenaran, koq niatnya mencuri uang rakyat,” imbuh aktifis kota Charles Brandon. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here