Kiat Walikota Manado Dorong Pengusaha Gerakan Roda Ekonomi di Tengah Pandemi

0
196
Walikota memantau keberadaan Manado Town Square (Mantos). Dalam kegiatan ini, ia ditemani langsung Owner Mantos Hengky Wijaya. (Istimewa/Humas)

MANADO– Meskipun Manado masih berada di zona oranye tingkat resiko penyebaran Covid 19, namun dinamika pergerakan ekonomi di semua sektor mulai pulih kembali. Hal ini terlihat ketika banyak dunia usaha di Kota Manado mulai membuka usaha mereka. 


Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut DEA dalam sebuah diskusi baru-baru ini mengatakan, pihaknya sejak Maret 2020 lalu telah melakukan kajian soal dampak penyebaran Covid-19 terhadap pendapatan per kapita masyarakat di Manado. 


“Saya mungkin orang pertama yang mengkampanyekan marijo torang bakobong, meskipun dengan teknologi pertanian yang sangat sederhana,” tutur Walikota Vicky Lumentut.



Upaya menanam di pekarangan (bakobong) menurutnya adalah sebagai langkah antisipatif masyarakat agar bisa bertahan di masa sulit, seperti halnya masa pandemi Covid-19.


Sementara di bidang jasa dan perdagangan umum, semenjak Agustus 2020 lalu, transaksi perdagangan di Kota Manado termasuk cukup tinggi. Itu terlihat, ketika sejumlah sarana pertokoan bahkan mall mulai dibuka kembali, meskipun dengan penerapan protap covid yang sangat ketat. 



Tidak hanya sektor perdagangan, Walikota Manado juga mulai membangkitkan sektor pariwisata lokal dengan mulai beroperasinya sebagian besar hotel di Manado, meskipun tingkat daya huni masih belum maksimal. 


“Kini kita mulai bisa merasakan bagiamana lalu lintas kita mulai macet. Sejumlah titik-titik perekonomian mulai dipadati pengunjung. Ini bukti bahwa, ekonomi di Manado mulai hidup kembali,” jelas walikota visioner ini.



Sejumlah pengusaha mengapresiasi kebijakan Walikota Vicky Lumentut, umumnya sejak Pemkot Manado memberikan kelonggaran untuk berdagang sejak bulan Juli 2020 lalu.


“Sejak Covid-19 menghantam bulan Maret 2020 lalu, kita bersyukur walikota tidak pernah memberlakukan lockdown dan kami bisa berjualan meskipun omset kami masih sepi,” ujar Ismed Lihawa, salah pedagang di pusat kota Manado.


(advertorial)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here