Kader Golkar: Kalau Punya Urat Malu, JAK harus Mundur dari Wakil DPRD

0
250

James Arthur Kojongian (JAK), Wakil Ketua DPRD Sulut. Foto: Istimewa

Manado, KOMENTAR.ID
Kasus dugaan perselingkuhan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara James Arthur Kojongian (JAK) dengan wanita berinisial AS atau Angel memantik amarah publik. JAK bukan sosok biasa yang menganggap kasus itu ranah privat. Beberapa kader Golkar mengatakan, sebagai pejabat publik yang menerima mandat rakyat, moralitas JAK seharusnya menjadi panutan masyarakat. Apalagi JAK memegang jabatan Wakil Ketua DPRD Sulut. 
Selaib dugaan selingkuh, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ikut menyita perhatian publik tanah air. Itu tampak dari insiden isterinya dr Michaella Elsiana Paruntu (MEP) yang menghadang kemudian bergelantung di cup mobil, pada Minggu (24/1) lalu, di ruas jalan, Kota Tomohon. Perbuatan tidak terpuji ini membuat geram sejumlah kader Partai Golkar. 
“Itu bukan urusan privat lagi. Dia itu pejabat publik dan semua kasus itu terbuka dan terjadi di ruang publik. Kalau sampai Golkar membiarkan ini, berarti Golkar adalah partai yang paling nyaman untuk pelaku KDRT dan selingkuh,” ungkap Papar, salah satu kader Golkar. 
Mengenai itu, Papar meminta JAK menunjukan jiwa besarnya untuk mundur. “Kalau masih ada urat malu, JAK harus mundur dari Wakil Ketua DPRD Sulut. Ini preseden buruk dan sangat memalukan partai. Publik saat ini tidak hanya melihat siapa JAK. Tapi bagaimana tindakan Golkar,” tegas Papar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here