JAK Minta Pengertian, Warga: Harus Mundur Karena Menyangkut Moralitas Pejabat Publik

0
250

Wakil Ketua DPRD Sulut James Arthur Kojongian dirundung masalah selingkuh dan KDRT. Foto: Istimewa

Manado, KOMENTAR.ID

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara James Arthur Kojongian (JAK) memenuhi Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Senin (1/2/2121). Panggilan JAK ke DPRD berkaitan dengan video kasus perselingkuhan dengan wanita AS alias Angel. Beberapa potongan video amatir memperlihatkan isteri JAK, yakni Michaela Elsiana Paruntu (MEP) menghadang sambil bergelantung di mobil JAK yang ikut ditumpangi Angel. 

Insiden ini memicu tanggapan ribuan warganet yang meminta JAK mundur dari Ketua Harian Golkar Sulut dan anggota juga Wakil Ketua DPRD Sulut. 

JAK pada Senin siang memberikan tanggapan mengenai desakan mundur.

“Desakan mundur dari masyarakat yang sudah saya dengar tadi biarlah dalam konteks inipun melihat dan memberikan kesempatan bagi saya dalam kehidupan pribadi, dalam kehidupan berkeluarga. Kalaupun ada desakan dari LSM masyarakat itu adalah kewenangan bagi mereka tapi melihatlah dari kehidupan pribadi saya pun ini menjadi peristiwa yang harus saya selesaikan dan menjadi tanggung jawab saya pribadi,” ujar JAK. 

Menanggapi pernyataan JAK tersebut, warga menyatakan sebaliknya. “Rakyat memilih Anda (JAK) untuk duduk di DPRD sebagai pejabat publik. Bukan sebagai suami atau bapak rumah tangga. Menjadi pejabat publik, Anda wajib menjaga moralitas pejabat publik. Ini soal keteladanan. Apalagi Anda Wakil Ketua DPRD,” ujar Frangky S, warga Manado. 

Lebih jauh, sejumlah kader Golkar mengatakan, kasus JAK tidak boleh direduksi seolah-olah itu masalah privat. JAK dianggap berulah di ruang publik. Praktek yang tidak benar dan bahkan bertentangan dengan hukum. 

Adapun menurut mereka, hal yang pantas menjerat JAK secara hukum, yakni, pertama, ulahnya membahayakan MEP di jalanan. 

“Itu bukan saja mengganggu ketertiban umum. Tapi mengancam nyawa MEP yang bergelantung di cup mobil sepanjang 30 meter. Karena TKP di jalan raya, polisi wajib mengusut insiden ini,” singguh salah satu pengurus Golkar di Manado.

Kedua, terbongkarnya hubungan JAK dan Angel meninggalkan citra buruk pejabat publik. “Harusnya Angel di usia belasan tahun mendapat perlindungan. Bukan menjadi korban pejabat publik,” ungkap salah satu kader Golkar Manado lainnya. 

Warga yang lain mengatakan, desakan agar JAK mundur, bukan berarti JAK meninggalkan keluarga. 

“Mempertahankan keutuhan keluarga itu baik. Karena sesuai dengan ajaran kita. Tapi mundur dari jabatan adalah pertanggungjawaban moral. Ada banyak orang baik yang berhak duduk di posisi Anda,” tegas Rusdi, warga Manado. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here