Soal Penangkapan Ari Tahiru, Begini Penjelasan Resmi Kasat Reskrim dan Kapolres Manado

  • Whatsapp
Kapolres Kota Manado Kombes Pol Elvianus Laoli S.IK. (IST)

Manado, KOMENTAR.ID

Berita penangkapan dan penahanan kakek Ari Tahiru (67), warga Winangun Atas mendapat tanggapan Polres Kota Manado. Dalam konfirmasi resmi ke KOMENTAR.ID, Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Taufik Arifin SIK menjelaskan secara detil dan normatif mengenai penangkapan kakek Ari Tahiru. 

Arifin menegaskan, bahwa penangkapan itu sudah melalui tahapan penyelidikan, penyidikan dan pemeriksaan kesehatan. Ia juga membantah anggapan bahwa polisi telah menculik yang kemudian termuat dalam KOMENTAR.ID berjudul “Masa PPKM, 4 Polisi Manado ‘Culik’ Kakek Buta Huruf Buntut Laporan Abal-abal Citraland”.

“Itu tidaklah benar,” ujar Kompol Arifin, Senin (13/9/2021).

Menurutnya, Polresta Manado telah menangani perkara laporan Citraland secara profesional sesuai program Presisi Kapolri. Penyidik sudah melewati mekanisme seperti gelar perkara dan penetapan tersangka. Kemudian pemanggilan tersangka, serta upaya hukum lainnya berupa penangkapan maupun penahanan terhadap tersangka Ari Tahiru.

“Siapa yang bilang tanpa surat penangkapan atau surat panggilan? Berkas perkaranya ada semua,” tegas Arifin.

Lantas apa alasan polisi menahan Ari Tahiru? Arifin mengatakan penahanan tersangka Ari Tahiru oleh penyidik Satreskrim Polresta Manado, karena kakek itu tidak kooperatif. Selain itu, tersangka juga telah menghilangkan barang bukti serta dikhawatirkan akan melarikan diri.

“Bahkan sebelum dilakukan penahanan, tersangka juga telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan dapat dilakukan penahanan oleh Dokter Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado,” tandas Arifin.

Lanjutnya lagi, sekalipun masih dalam masa pandemi Covid-19 serta Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seperti saat ini, Polresta Manado sebagai aparat penegak hukum akan tetap eksis melaksanakan tugas secara profesional.

“Jika tidak ada penindakan hukum maka kejahatan akan merajalela,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Kota Manado Kombes Pol Elvianus Laoli S.IK sudah melakukan klarifikasi terkait prosedur yang dilakukan oleh penyidik. Sejauh ini kata Kapolres, proses sudah sesuai prosedur, mulai dari penyelidikan sampai tahap penyidikan.

“Apabila ada pihak yang kurang puas dengan proses penyidikan yang dilakukan, silahkan melakukan upaya hukum. Ada mekanismenya, bisa melaporkan kepada Propam ataupun melakukan upaya praperadilan,” jelas Kapolres Manado, Senin malam. (*)

Related posts