Hai Pemirsa! JAK Lapor ‘Mulut Rica-rica’ dan ‘Lambe Turah Kawanua’ ke Polda Sulut

0
246

James Arthur Kojongian, Wakil Ketua DPRD Sulut. Foto: Istimewa

Manado, KOMENTAR.ID

Wakil Ketua DPRD Sulut James Arthur Kojongian melaporkan dua akun ke Polda Sulawesi Utara, Jumat (05/02/21). Laporan dilayangkan melalui dua pengacaranya Nicky Lumingas SH dan Ruby Rumpesak SH.

Dua akun yang dilaporkan JAK ke Subdit Cyber Crime Polda Sulut yakni akun ‘Mulu Rica-Rica’ dan ‘Lambe Turah’. Itu berkaitan dengan konten postingan video yang dianggap menyudutkan suami Michaella Elsiana Paruntu (MEP) itu.

Ada empat poin yang menjadi pokok keberatan yang disampaikan JAK.

Berikut pernyataan JAK melalui pengacaranya Nicky Lumingas SH dan Ruby Rumpesak SH melalui press realese yang diterima wartawan Jumat (05/02/21) siang.

Melalui Press Release ini saya ingin menyampaikan kepada bapak ibu masyarakat Sulawesi Utara bahwa ;


Pada sekitar tanggal 26 Januari 2021 atau setidaknya pada bulan Januari 2021 saya mendapati Video Rekaman suara berdurasi 1 (satu Menit, 55 (lima puluh lima) detik (bukti. terlampir) yang diunggah oleh Fanpage Facebook bernama “Mulu Rica-rica” dan akun Instagram bernama “Lambe Turah Kawanua” yang mana dalam video rekaman suara tersebut memuat hal-hal sebagai berikut :


Bahwa saya merupakan juri di ajang pemilihan Putra Putri Tomohon tahun 2018


Bahwa pada tahun 2019 atau 2018 akhir saya menyuruh seorang perempuan bernama Angel untuk menggugurkan kandungan dengan imbalan memberikan uang sebesar 1 (satu) Milyar.


Bahwa untuk kedua kalinya saya menyuruh perempuan bernama Angel agar menggugurkan kandungannya dengan imbalan memberikan mobil Toyota Fortuner.


Saya menyatakan bahwa isi video rekaman suara tersebut adalah tidak benar dan tidak mempunyai dasar hukum yang kuat sehingga isi dari video rekaman suara tersebut mengandung berita bohong (hoax).


Bahwa lewat pemberitaan yang ada (bukti terlampir), Ikatan Putra Putri Tomohon telah mengklarifikasi bahwa saya tidak pernah terlibat dalam ajang pemilihan Putra Putri Tomohon baik sebagai Pengurus, Panitia maupun Juri dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2019, dengan demikian bahwa isi dari video rekaman suara tersebut adalah tidak benar dan mengandung berita bohong (hoax).


Oleh karena adanya video tersebut saya pribadi dan keluarga besar saya merasa sangat dirugikan karena telah mencemarkan nama baik saya.


Untuk itu dengan adanya video rekaman suara tersebut yang diunggah oleh akun tersebut di atas, saya ingin memproses hukum sesuai dengan perundang – undangan yang berlaku.


Demikian Press Release ini saya buat. Atas perhatian saya ucapkan terima kasih.”

Sementara itu Ka Subdit Cyber Crime Polda Sulut Kompol Dody Hariansyah saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima aduan tersebut. 

***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here