Gadis Muda Ini Tak Takut Divaksin, Ia Tantang Mileneal Sangihe

0
739

Laurence Audria Diamaniz, Momo Sangihe 2019. (Foto Komentar.ID)


Tahuna, KOMENTAR.ID


Gadis muda ini tidak hanya memiliki wajah cantik dan pemikiran yang cerdas, ia ternyata adalah sosok pemberani yang patut dicontohi kalangan mileneal di Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara.
Buktinya, ketika diminta menjadi menjadi salah satu dari sekian orang yang akan divaksin anti Covid-19 pada penyuntikan perdana, Senin (01/02/21), penyandang gelar Momo Sangihe 2019, Laurence Audria Diamaniz, tak menolak atau mencari alasan untuk menghindarinya.
Ada tanggung jawab moral yang harus diemban gadis yang keseharian menjadi guru di Sekolah Lentera Harapan (SLH) Tahuna ini.
“Awalnya memamg ada rasa cemas apalagi mendengar info yang kurang sedap di medsos, seperti di top top ada yang kejang dan pingsan, tapi ketika datang dilokasi vaksinasi, rasa cemas itu langsung hilang, bahkan usai disuntik vaksin saya tidak merasakan ada gejala lain dan saya justru merasa lebih sehat dan percaya diri untuk beraktifitas diluar rumah,”kata Audria
Atas pengalamannya divaksin, Audria pun menantang kalangan milenial di kawasan yang berbatasan dengan negara tetangga Philipina untuk divaksiin anti Covid-19.
“Ternyata hoaks berita-berita negatif tentang vaksin Covid-19, sehingga saya tantang kalangan mileneal di Sangihe untuk divaksin, sekaligus kita kalangan muda menjadi yang terdepan dalam memutus rantai Covid-19 di daerah kita tercinta,”ujarnya.
Terkait pandangannya menyangkut vaksinasi tahap satu yang memprioritaskan kalangan tenaga kesehatan (Nakes), Audria juga sangat mendukung, mengingat para dokter dan perawat menjadi yang terdepan dalam menangani dan melayani masyarakat yang hendak berobat.
Begitupun terkait peran Bupati Jabes Ezar Gaghana selaku Ketua Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, Audria juga turut memberi apresiasi atas kinerja tim yang sangat maksimal, apalagi peran Bupati yang rutin turun hingga ke pulau-pulau melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak Covid-19.
“Bahkan segala upaya yang dilakukan untuk mengingatkan masyarakat terkait protokol covid sudah berkali-kali dilakukan pak Bupati sebagai pemerintah maupun lewat tim, termasuk kerja sama dengan pihak rumah sakit, TNI dan Kepolisian, sehingga yang perlu dilakukan lagi adalah kesadaran masyarakat itu sendiri yang harus patuh pada protokol kesehatan,”pungkas Audria.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here