Efektifkan Penanganan Stunting, Pemkab Sangihe Gelar Sosialisasi

0
186
Pemkab Sangihe Gelar Sosialisasi Stunting (Foto Komentar.ID)

Tahuna,KOMENTAR.ID

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara terus menseriusi penanganan stunting atau terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi yang cukup lama.
Salah satu tindak lanjut, dilakukan sosialisasi yang langsung dibuka Bupati Jabes Ezar Gaghana di ruang Serba Guba Rumah Dinas Bupati, Senin (30/11/20).
Dalam arahanya, Jabes mengatakan sebegitu penting tanggung jawab pemerintah dalam penanganan stunting, yang masih menjadi masalah bersama pada skala nasional.
“Kita punya tanggung jawab terhadap kondisi real yang menggambarkan eksistensi stunting ditengah masyarakat Sangihe. Makanya, salah satu standar ukuran kemajuan pembangunan daerah, termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sangihe, adalah capaian stunting yang harus kita tekan seminimal mungkin,”kata Jabes.
Orang nomor satu di Tampungang Lawo ini juga menegaskan, jika setiap stakeholder mau bekerja lebih keras dan mengikuti semua standar yang ada, maka seharusnya data stunting di Sangihe berada dibawah rata-rata, apalagi mengingat potensi sumber daya manusia yang cukup mumpuni dengan 17 puskesmas,  posyandu dengan petugasnya yang profesional, yang juga dikeroyok bersama intansi teknis  hingga pemerintah kecamatan dan desa.
 “Apalagi jika ditinjau dari sisi sumber daya alam, Sangihe merupakan daerah dengan potensi makanan lokal yang sehat untuk kesehatan anak-anak. Saya kira dari hal ini saja sudah sangat memungkinkan penanganan stunting, apalagi kebijakan dan program yang kita lakukan sudah dimulai sedari pernikahan masyarakat, hingga masa kehamilan dan melahirkan,” ujarnya.
Sementara itu melihat fakta jika Sangihe hingga saat ini masih mengoleksi 21 persen angka penderita stunting, meski masih dibawah angka nasioanal, Jabes secara tegas menyebutkannya sebagai sebuah ironi,  dikarenakan baik dari sisi sumber daya manusia maupun sumber daya alam, sebenarnya Sangihe sudah punya landasan yang sangat mumpuni. 
“Lewat kegiatan sosialisasi saat ini dapat dicari solusi menanganan kendala angka stunting di Sangihe, apakah titik lemahnya ada pada masyarakat sendiri, ataukah pada sisi unit pelayanan. Kalau untuk unit pelayanan pasti sudah ada catatan-catatan untuk menjadi bahan ukur, tapi jika kelemahannya ada pada masyarakat, dalam hal ini suami istri, berarti harus ada beberapa pendekatan, untuk memberikan pemahaman lebih dalam lagi terkait stunting,”tegas Jabes.
 
Dikesempatan itu Jabes juga meminta instansi teknis dapat memiliki data penderita stunting secara rinci, baik nama maupun alamat, sehingga penangannya dapat berjalan lebih jelas, dan bantuan pemerintah dapat menyentuh secara langsung kesusahan yang dialami keluarga. 
“Jika ada desa yang tersentuh stunting, untuk penanganannya kita juga bisa dorong lewat dana desa untuk pembiayaannya, sekaligus menjadi acuan penanganan secara keroyokan antar instansi,”pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here