Digoyang Gempa 6,2 SR, Kantor Gubernur Sulawesi Barat Ambruk

0
221
Sejumlah kendaraan juga dilaporkan ringsek akibat gempa. (Istimewa)

Majene, KOMENTAR.ID


Gempa bumi Magnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/01/21) subuh sekitar pukul 02.28 Wita. Gempa itu berpusat di 2,98 LS, 118,94 BT atau 6 kilometer Timur Laut Majene. 


Gempa ini merupakan gempa susulan. Sebelumnya, Kamis sore, juga terjadi gempa bumi Magnitudo 5,9 di wilayah tersebut.


Gempa ini juga turut dirasakan di pusat Ibukota Provinsi Sulawesi Barat, yakni Kabupaten Mamuju yang hanya berjarak 34 kilometer dari pusat gempa. Sejumlah bangunan dilaporkan roboh atau ambruk akibat gempa ini.


Penampakan Kantor Gubernur Sulawesi Barat. (Istimewa)


Melansir Liputan6.com, sesaat usai gempa di Wilayah Mamuju, bencana alam ini mengakibatkan kerusakan yang sangat parah. Sejumlah bangunan di Kompleks Perkantoran Gubernur, di Jalan Abdul Malik Pattana Endeng, Rangas, Kecamatan Simboro dan Kepulauan, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, rusak parah.


Gempa bumi sempat membuat panik warga yang ada di pusat Kota Mamuju. Mereka berbondong-bondong menyelamatkan diri ke daerah berdataran tinggi. 


Sejumlah tempat, seperti Anjoro Pitu, Pattidi, dan Salletto menjadi lokasi mereke untuk mengamankan diri.


Hingga pagi tadi di Mamuju, tampak petugas dan masyarakat tengah membereskan puing-puing rumah mereka yang hancur. Jaringan komunikasi di beberapa daerah di wilayah tersebut juga terputus.


Data sementara dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju, gempa magnitudo 6,2 merusak bangunan dan mengakibatkan korban jiwa. 


BPBD Mamuju mencatat 3 orang meninggal, 24 mengalami luka dan 2.000 warga mengungsi akibat gempa magnitudo 6,2 yang mengguncang Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1) sekitar pukul 01.28 WIB.


Sementara bangunan yang rusak di antaranya Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar ambruk. Jaringan listrik padam. Gempa juga mengakibatkan longsor di 3 titik. Serta 62 rumah dilaporkan rusak.


“1 unit Puskesmas (RB) dan 1 Kantor danramil Malunda (RB),” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, Jumat (15/01/21).


BPBD setempat melakukan penanganan darurat, seperti penanganan korban luka, evakuasi, pendataan dan pendirian pos pengungsian. Kebutuhan mendesak saat ini berupa sembako, selimut dan tikar, tenda keluarga, pelayanan medis dan terpal.


Sementara, berdasarkan analisis peta guncangan BMKG yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, gempa Magnitudo 6,2 ini memicu kekuatan guncangan IV-V MMI di Majene, III MMI di Palu, Sulawesi Tengah dan II MMI di Makasar, Sulawesi Selatan. 


Skala Mercalli tersebut merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa.


“Deskripsi BMKG pada skala V MMI menunjukkan getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati.



(kid/lp6/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here