Di Hadapan Forkopimda Minut, KPU RI Tegaskan Protokoler Kesehatan 9 Desember

0
193

MINUT- KPU Minut mulai mengambil langkah strategis dan proaktif jelang Tahapan Pemilihan Serentak yang makin mendekat, yakni dengan menggelar Rapat Koordinasi Pengamanan tahapan pemungutan dan penghitungan suara bertempat di Convention Hall Novotel Manado (3/11/2020).


Ketua KPU Minut Stella Runtu dalam sambutannya mengatakan langkah demi langkah dalam setiap tahapan pilkada 2020 ini selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar selalu berjalan lancar.


“Dalam setiap tahapan kami selalu lakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait baik dari unsur stakeholder, Forkompimda, keamanan, dan penegak hukum. Apalagi dalam tahapan krusial seperti pungut hitung suara yang kondisinya di tengah Pandemik Covid-19 ini,” ujar Runtu.


Rakor dihadiri Pjs Bupati Minahasa Utara, Kesbangpol, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Satgas Covid 19, TNI/Polri, Pengadilan Negeri Airmadidi, Kajari, dan BAKAMLA wilayah Maritim Zona Tengah. Unsur pendukung lain seperti PT Telkom dan PLN Minahasa Utara.


Clay Dondokambey SSTP MAP selaku Pjs Bupati Minahasa Utara dalam arahannya mengatakan selaku pemerintah yang melaksanakan pilkada tentu mendukung penuh setiap berjalannya tahapan pilkada 2020.


“Tak lupa kami juga turut mensosialisasikan dalam agenda-agenda sosial kemasyarakatan setiap tahapan Pilkada yang telah berjalan, apalagi yang paling dekat nanti seperti pungut hitung suara karena ini momentum puncaknya”, tandas Dondokambey dalam arahannya.


Sementara Darul Halim selaku Kordiv Teknis Penyelenggara yang memandu jalannya rakor memaparkan bagaimana bentuk TPS rawan yang menimbulkan masalah, yang bentuknya diukur dari sisi

satu hari, pada saat dan setelah pemungutan suara dilakukan.


“Memang ada catatan TPS yang selama ini selalu menimbulkan masalah sehingga TPS-nya dijaga satu atau

dua polisi,” kata Halim. Lanjutnya, TPS dikatakan rawan yakni dilihat dari faktor cuaca. Misalnya, TPS yang berlokasi di daerah-daerah pegunungan atau pelosok.


“Hal ini berpotensi menimbulkan risiko pemungutan suaranya tertunda. Sebab, surat suara atau logistik lainnya itu bisa telat untuk sampai ke TPS secara tepat waktu,” ungkap Halim dalam penjelasannya.


Di tengah jalannya rapat, hadir Plh Ketua KPU RI Ilham Saputra bersama anggota KPU Provinsi Sulut Yessy Momongan dan Salman Saelangi.


Dalam agendanya di Sulawesi Utara, kemarin memantau jalanya proses Simulasi Pemungutan dan

Penghitungan Suara dalam kondisi Pandemi Covid-19 yang diselenggarakan di Kabupaten Minahasa.


Ilham mengapresiasi kegiatan rakor yang dibuat oleh KPU Minut, menurutnya ini sebagai bentuk kesiapan penyelenggara dalam pelaksanaan tahapan pemilihan serentak lanjutan tahun 2020 yang puncaknya pada 09 Desember 2020 nanti.


“Kami terus meyakinkan kepada publik bahwa penyelenggaraan pemilihan serentak lanjutan tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19 dijalankan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat,” ujar Ilham dalam pengarahanya.


Ilham juga mengungkapkan bahwa pola-pola secara efisien juga dibuat oleh KPU dalam proses pungut hitung suara di TPS, dengan mendesain sebuah sistem atau aplikasi bernama Sirekap (Sistem Informasi Rekap) yang bisa digunakan oleh KPPS nanti pada saat bertugas.


“Secara teknis aplikasi ini kami sudah uji cobakan di beberapa titik lokasi dan bahkan secara nasional. Hal

ini dibuat untuk mengurangi pemakaian kertas serta kecepatan transparansi dalam penyajian data hasil

penghitungan suara secara real dan dapat dilihat langsung oleh publik,” ungkap Ilham selaku Plh Ketua KPU RI.



(erl/*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here