Pemuda Pulau Terluar Ini Ingin Jadi TNI AL, Ikuti Kisahnya Ikut Tes Menggunakan Perahu

  • Whatsapp

Tahuna, KOMENTAR.ID

Terlahir dari keluarga nelayan dengan ekonomi pas-pasan, dua pemuda asal pulau terluar Marore Kabupaten Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara, bertekad ingin mengabdi kepada NKRI dengan bercita-cita menjadi prajurit TNI Angkatan Laut.

Kedua pemuda itu, yakni Septianus Mendome dan Keril Barhama, yang selain ingin mengubah nasib, juga terobsesi ingin angkat senjata terlibat langsung menjaga perbatasan Indonesia-Philipina, termasuk menjaga pulau tempat tinggal mereka yang hanya kurang lebih 2 jam menuju pulau Balud Sarangani Philipina Selatan.

Banyak harapan yang ditaruh dipundak kedua anak muda ini, baik oleh orang tua sanak sanak saudara maupun masyarakat Marore yang dengan rasa haru diikuti linangan air mata melepas keduanya dari pantai Marore menuju Pangakalan TNI AL (Lanal) Tahuna dengan hanya menggunakan perahu nelayan (Pamboat) yang memakan waktu kurang lebih 5 jam.

Saat tiba di Pangkalan TNI AL Tahuna, Kamis (28/07/21), tak banyak kata yang diucap keduanya, selain meminta doa restu orang tua beserta warga pulau Marore bahkan topangan masyarakat Sangihe agar kedepan akan bisa lahir anggota TNI dari pulau Marore.

“Doakan kami tetap sehat dan mampu mengikuti seleksi dengan baik,”ungkap Septianus yang diaminkan Keril.

Sementara itu, rasa haru namun bercampur bangga juga tersirat dari wajah Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Marore Letda Laut (P) Suendra, bersama anggota Posal saat mengantar keduanya yang akan ikut seleksi CABA dari Pantai Marore, sekitar pukul 10.00 Wita.

“Campur aduk perasaan kami anggota Posal serta orang tua dan warga Marore ketika melepas dan mengantarkan kedua pemuda asli Kepulauan Marore untuk diberangkatkan menuju Pangkalan TNI AL Tahuna. Tapi meski haru karena keduanya dari keluarga nelayan yang hidup dengan kondisi pas-pasan, namun kami bangga dengan semangat mereka untuk bertekad bergabung mengabdi kepada NKRI sebagai calon prajurit TNI Angkatan Laut,”ucap Suendra.

“Bahkan atas rasa kebanggaannya itulah, kami seizin Komandan Lanal (Danlanal) Tahuna Kolonel Laut (P) Sobarudin M.Tr.Hanla, memfasilitasi keduanya dengan memberikan pengarahan dan mengantarkan keduanya menggunakan Pamboat,”sambungnya.

Lanjut dikatakan, masih ada perjuangan ekstra yang harus dilalui kedua pemuda, yakni setelah tiba di Lanal Tahuna, selanjutnya menuju Lantamal VIII Manado, keduanya harus kembali menempuh jarak sekitar 12 jam dengan menggunakan kapal cepat.

“Dari pulau Marore menuju Lamtamal Manado sebenarnya ada kapal perintis dan bisa ditempuh dengan 23 jam transit di sejumlah pulau. Namun karena faktor cuaca buruk dan jadwal yang tidak tentu, bisa antara semingu sekali bahkan sebulan sekali, apalagi dengan adanya PPKM sehingga terpaksa keduanya menggunakan pamboat,”ujar Suendra.

Dan Posal yang begitu dekat hibungannya dengan masyarakat Marore ini, juga berharap, medan lautan yang berat, cuaca buruk dengan gelombang tinggi dan angin kencang yang muncul tiba-tiba, akan menambah semangat perjuangan serta tekad yang kuat, keduanya bisa mengikuti seluruh proses mulai dari pembekalan dasar dan pelatihan di Lanal Tahuna hingga lolos sebagai bintara TNI AL.

“Dengan harapan lolosnya kedua pemuda ini, bisa membuktikan bahwa anak pulau di ujung perbatasan antara Indonesia dengan Philipina bisa membanggakan daerahnya dan mampu menunjukkan dedikasinya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tentunya juga sesuai tekat dan cita-cita mereka untuk bisa membanggakan orang tua dan merubah nasib kehidupan mereka,”pungkas Suendra.

 

Related posts