Bimtek di Sangihe, KPID Utus Putra Daerah Opo Paparang Narasumber

  • Whatsapp

Tahuna, KOMENTAR.ID

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) Mekanisme Pengawasan Isi Siaran di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Selasa (11/05/21).

Bimtek diawali kata sambutan Ketua KPID Sulut, Reidy Sumual yang dibacakan Wakil Ketua KPID, Boyke Sondakh, diantaranya mengemukakan KPID sebagai lembaga negara independen yang dibentuk melalui Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran, dengan Visi Terwujudnya Sistim Penyiaran Nasional Yang Berkeadilan dan Bermartabat Untuk Dimanfaatkan Sebesar-besarnya Bagi Kesejahteraan Masyarakat.

Dalam sambutannya, Boyke juga menyebut KPID Sulut telah mengutus Komisionernya yang termuda se-Indonesia sekaligus putra daerah Sangihe, Boyke Opo Paparang sebagai narasumber yang membawakan materi Pengawasan dan Pengaduan, serta mempercayakan Direktur Politeknik Nusa Utara, Frans Ijong, sebagai narasumber dengan materi Membangun Sinergi Masyarakat Dengan KPID, dan Kepala Dinas Kominfo Sangihe, Sukardi Adilang yang menyampaikan materi Pengawasan Siaran.

Bimtek sendiri dibuka Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana yang diwakili Kepala Dinas Kominfo, Sukardi Adilang.

“Sebelumnya saya menyampaikan pesan permohonan maaf dari pak Bupati yang tidak bisa menghadiri acara ini, dan beliau memberikan apresiasi yang tinggi serta sangat mensuport pihak KPID Sulut dalam menggelar Bimtek di Sangihe,”ungkap Sukardi.

Boyke Opo Paparang S.IP

Sementara itu, Boyke Opo Paparang yang juga Ketua Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Sulut ditemui wartawan disela-sela Bimtek mengatakan, tujuan dilaksanakannya Bimtek untuk menyebar luaskan informasi kepada masyarakat bahwa KPID sebagai lembaga independen yang juga perwakilan dari representasi masyarakat dalam menciptakan penyiaran di Indonesia khususnya di Sulawesi Utara lebih berkualitas.

“Untuk itu pada kegiatan hari ini kami mengundang stakeholder dari TVRI, RRI, TV Kabel, dan kami membutuhkan teman-teman wartawan dalam rangka menyebar luaskan berita ini kepada masyarakat, sehingga masyarakat tahu saat ini ada lembaga independen yang melindungi masyarakat untuk menerima siaran yang berkualitas,”ungkap Boyke

Disentil keterbatasan jangkauan KPID yang hanya pada level provinsi dan personilnya hanya tujuh orang, disementara itu di Kepulauan Sangihe sangat membutuhkan sentuhan KPID, pria yang tengah melanjutkan studi pasca sarjana ini, mengaku siap menindak lanjutinya dengan membentuk semacam lembaga khusus atau komunitas yang berkoneksi dengan KPID Sulut.

“Hal ini menjadi PR kami, apalagi kehadiran lembaga khusus ini juga berkembang dalam dialog dan merupakan usulan peserta Bimtek, sehingga kami akan menindak lanjuti sekaligus secara rutin kami akan datang ke Sangihe ketika lembaga khusus ini sudah terbentuk,”ujarnya.

Related posts