Warga Protes, Pengusaha Seenak Perut Pindahkan Aliran Sungai Sario

  • Whatsapp
Pekerjaan yang tengah dilakukan di depan Mantos, Manado. (IST)

Manado, KOMENTAR.ID

Pengerjaan pemindahan aliran sungai Sario depan Manado Town Square (Mantos) mendapat sorotan warga sekitar dan KBPP Polri. Pemindahan aliran sungai itu dapat memicu terjangan air ke pemukiman warga,  apabila sewaktu-waktu terjadi gelombang laut yang tinggi. Ada dugaan bahwa pengerjaan dilakukan pengusaha Jemmy Wuisan itu tanpa izin AMDAL termasuk petunjuk Dinas Tata Kota Pemkot Manado.

“Kami warga Sario Utara dan Aspol serta KBPP Polri meminta kepada pihak pemerintah khususnya Dinas Tata Kota Manado dan Dinas Lingkungan Hidup Manado untuk segera meninjau lapangan. Sebab pekerjaan penutupan aliran air sungai Sario hanya kepentingan pribadi. Sungai dari Sario Utara mereka tutup, dan pihak pengusaha pindahkan. Sedangkan kami sudah mengecek belum ada laporan ke pemerintah setempat,” tulis Ejun Sima selaku Ketua KBPP POLRI Sektor Sario, dalam press rilisnya.

Ejun juga menuliskan bahwa pengusaha semaunya membangun kepentingan pribadi untuk menutup aliran sungai yang ada. Kemudian memindahkan tanpa ada kajian AMDAL dari pemerintah Kota Manado.

“Sungai benar – benar dari awal sudah ada. Mereka akan menutupi dan pindahkan. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah segera memberhentikan pekerjaan memindahkan sungai di lokasi tersebut,” demikian Ejun.

Tokoh pemuda Manado Decky Maskikit memperingatkan pemerintah agar segera menegur pengusaha yang seenak perut mengubah aliran sungai tanpa analisis dampak lingkungan.

“Ini menyangkut kepentingan publik. Jangan sampai hak rakyat untuk hidup tenang di masa pandemi ini dirampas oleh pemegang modal dan kekuasaan. Pemindahan aliran sungai itu dampaknya jelas. Jadi Pemkot Manado yang memiliki otoritas untuk menghentikan aktifitas di lapangan,” tegas Maskikit, Rabu (21/7) di Manado. (*)

Related posts