Manado, KOMENTAR.ID
Jelang pengumuman 8 besar calon Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum Sulawesai Utara (Bawaslu Sulut) tim seleksi (Timsel) diminta untuk bersikap netral.
Sebab, nasib penyelenggara Pemilu dalam hal ini Bawaslu Sulut sangat bergantung dengan kinerja para komisioner yang dinyatakan lulus dan melaksanakan tugas pengawasan.
Informasi yang diperoleh, Timsel ditengara akan terpengaruh dengan faktor x dari sejumlah calon yang akan diluluskan nanti. “Saya dengar faktor kedekatan baik pertemanan dan latar organisasi akan memengaruhi siapa-siapa yang nantinya akan lolos ke posisi 10 besar,” tukas sumber yang meminta tak diungkap namanya.
Dia menyebut, sebetulnya faktor seperti itu memang tak terhindarkan bahkan sudah lumrah di berbagai tahapan rekrutmen termasuk para penyelenggara Pemilu.
“Namun, jangan sampai jadi penentu, sebab hasil tahapan dan seleksi intelektual seperti psikotes, CAT termasuk perankingan jangan diabaikan. Supaya mereka yang duduk nantinya, benar-benar teruji,” ucapnya.
Terkait hal ini, pengamat politik dan pemerintahan Sulut Taufik Tumbelaka memberikan pandangan. Dia menyitir pernyataan Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia yang menyebut mendapat banyak aduan soal proses rekrutmen anggota KPU dan Bawaslu di daerah.
Menurut Taufik, apa yang dimintakan Doli kepada KPU RI dan Bawaslu RI untuk berhati-hati, merupakan suatu warning tegas dan tajam bagi pelaksanaan pemilihan/penetapan bagi pelaksana penyelenggara Pemilu baik itu KPU dan Bawaslu di daerah.
“Sudah sepantasnya pernyataan itu akan menjadi perhatian masyarakat di daerah dengan muara proses dan hasil kerja dari Timsel, khususnya Bawaslu Sulut akan dicermati,” tukasnya.
Jebolan UGM ini menungungkapkan, kecurigaan dari sejumlah pihak terhadap proses pemilihan/penetapan pelaksana penyelenggara Pemilu di daerah sudah seyogyanya dijawab dengan sikap profesional.
“Ini yang utama, supaya tidak ada kecurigaan yang menyembul manakala proses berjalan sesuai dengan koridor. Di mana hal ini selain terkait ketaatan terhadap ‘aturan main’ yang sudah ada, juga terkait pertaruhan integritas dari Timsel,” sentilnya.
Sorotan kata dia, merupakan hal yang wajar karena juga terkait kapasitas plus kemampuan dari orang-orang yang akan terpilih. “Tak kalah penting, juga terkait dengan jalannya pelaksanaan Pemilu nantinya, di mana ekspektasi publik akan besar terhadap kinerja dari para penyelenggaran Pemilu,” ujarnya mengakhiri.
Dari informasi yang diperoleh, Kamis (01/06/2023) hari ini, Timsel yang terdiri dari Ketua Johny Tarore, Sekretaris Hamzah Latief, anggota Irfan Pakaya, Irene Tangkawarouw dan JD Pombengi akan melakukan pleno penetapan, dan Jumat besok mengumumkan 8 nama yang lolos untuk mengikuti tahapan selanjutnya.
(ste/kid)






