Terbukti, Citraland Bangun Patung Yesus di Atas Tanah Sengketa

  • Whatsapp
Citraland Manado terbukti membangun patung Yesus di lahan warga Ex Kampung Winangun. (IST)

Manado, KOMENTAR.ID

PT Ciputra Internasional Tbk (Citraland Manado) terbukti membangun sejumlah infrastruktur di atas tanah sengketa. Itu terungkap setelah ratusan warga Ex Kampung Winangun memenangkan perkara tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA) dengan nomor 560 K/PDT/2003 Jo. Menyusul putusan Peninjauan Kembali (PK) MA nomor 424 PK/PDT/2009 tertanggal 9 Juni 2010.

Kepala Firma Hukum Fahmi Oksan Awule & Partners, Fahmi Oksan Awule menjelaskan, kliennya tiga orang yang mewakili warga Ex Kampung Winangun yakni Sonny Woba, Ridel Metusalach dan Jepri Metusalach sudah mengantongi putusan kasasi dan PK sejak lama dari MA.

Tampak depan kawasan Citraland Manado. (IST)

Menariknya ada beberapa infrastruktur yang letaknya persis di atan tanah warga yang memenangkan putusan MA. Salah satunya adalah patung Yesus yang selama ini menjadi salah satu monumen paling ikonik di Kota Manado.

“Ini memalukan. Citraland mendirikan patung Yesus di tanah sengketa. Padahal kita sangat menghormati Yesus sebagai Tuhan kita. Itu simbol kebesaran dan keagungan. Tapi sayang, patung diletakan di atas tanah masyarakat. Sedih,” ungkap Awule, di Swisbel Hotel Manado, Senin (21/9/2021).

Ia menerangkan, warga sudah mendiami lahan tersebut berdasarkan SHGB nomor 70/1994. Pada tahun 2003, Ketua Pengadilan Negeri Manado Ridwan Damanik SH, MH mengeksekusi secara sepihak.

”Padahal belum ada putusan yang berkekuatan hukum tetap. Tapi oknum tersebut (Ridwan Damanik) memaksakan kehendaknya melakukan eksekusi tanpa ada uang jaminan. Itu bertentangan dengan Surat Edaran MA nomor 3 tahun 2000,” ungkap Awule.

Masyarakat melalui tim kuasa hukum sudah beberapa kali mendatangi manajemen Citraland untuk meminta penyelesaian secara musyawarah. Tapi sayangnya, itikad baik masyarakat tidak diindahkan Citraland.

Gerah dengan sikap korporasi, warga bersama tim kuasa hukum akan menduduki obyek tanah tersebut.

Surat himbauan dari kantor hukum Fahmi Awule & Partners. (IST)

“Tim hukum, warga dan Laskar Manguni Indonesia segera turun menduduki lahan yang menjadi hak warga. Sudah ada putusan final. Tidak ada lagi upaya hukum lain. Karena itu kami mohon maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu dengan aktifitas kami,” pungkas Awule. (RED)

 

Related posts