Legislator Perindo Minta Pemkot Pertimbangkan Jam Operasional Malam

  • Whatsapp
Demo Aliansi pekerja Seni Sulut di Kantor Pemkot Manado

Manado, KOMENTAR.ID

Puluhan pekerja seni menyambangi Kantor Pemkot Manado Kamis (25/2/2021) untuk meminta Pemerintah mempertimbangan pembatasan jam malam tempat hiburan malam (THM). Aturan pembatasan jam malam itu dianggap tidak pro rakyat.

Read More

Dalam orasi organisasi yang menamakan diri Aliansi Pekerja Seni Sulut (APSSB) Bersatu itu, salah-satunya menuntut pemerintah untuk mengkaji kembali aturan pembatasan jam malam, karena dianggap mencekik ekonomi masyarakat yang berprofesi sebagai pekerja hiburan malam.

Aksi damai sempat membuat gaduh Gedung Putih orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut itu, hingga memaksa personil petugas Kepolisian polresta Manado turun mengawal demo tersebut.

Legislator Kota Manado Robert Tambuwun SH menanggapi keras peristiwa itu. Kata Tambuwun, Pemerintah harus bertanggungjawab, dan mempertimbangkan aspirasi pekerja seni.

“Ini aspirasi dan keluhan masyarakat, jadi harus dipertimbangkan oleh pemerintah. Karena dampaknya sangat dirasakan dengan tidak lagi ada penghasilan,” kata Tambuwun diwawancarai media ini di ruang kerjanya.

Tambuwun mengusulkan, pembatasan jam operasional hiburan malam untuk diperpanjang hingga pukul 24.00 WIB. Menurutnya, aturan adalah otoritas dari pemerintah, namun dibarengi dengan keseimbangan kebutuhan masyarakat.

“Sebagai warga dan masyarakat, tentu taat dengan aturan yang ada. Akan tetapi masyarakat juga punya hak yang sama dalam hal menyampaikan aspirasi. Apalagi ini soal isi perut,” tutur legislator asal Perindo itu sembari berharap ada komitmen dan solusi dari pemerintah guna meningkatkan pelayan kepada masyarakat.

“Para pelaku seni juga dimintakan untuk tetap menjunjung tinggi aturan yang dibuat pemerintah. Jika sudah ada kesepakatan harus punya komitmen yang kuat, serta siap menerima sanksi ketika ada pelanggaran,” tandasnya.

[rol/rol]

Related posts