Minut, KOMENTAR.ID
Tak bisa dipungkiri jika penyakit demam babi Afrika atau yang tren disebut African Swine Fever (ASF) telah menjadi momok menakutkan bagi para peternak babi. Pasalnya, tidak sedikit ternak di berbagai daerah yang mati akibat penyakit ini.
Namun demikian, teror ini sepertinya tidak berlaku di Minahasa Utara (Minut). Pasalnya, populasi serta produksi daging babi di Kabupaten Minut justru terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Hal ini sebagaimana diutarakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minut, Ir Wangke S Karundeng MAP.
“Produksi kita terus mengalami peningkatan. Bahkan, kita juga sudah rutin melakukan pengiriman ke luar daerah,” kata Wangke, baru-baru ini.
Menurutnya, daging babi yang diproduksi peternak Minut dijamin kualitasnya, sehingga dipastikan bebas dari penyakit ASF.
“Ini juga jadi salah satu alasan kenapa daging yang kita produksi diterima di pasar luar, karena memang sudah dijamin higinitasnya,” ujarnya.
Disinggung soal data peningkatan populasi dan produksi daging setiap tahun, salah satu birokrat senior ini tak menampik.
“Karena data tahun 2022 belum selesai rilis, kita ambil patokan tahun 2020-2021 saja di mana populasi babi di kita naik dari 32.025, 2021 menjadi 35.042 ekor,” bebernya.
Data ini, sambung dia lagi, searah dengan produksi di mana pada tahun 2020 berjumlah 1.423.962 ton, sedangkan tahun berikutnya yakni 2021 menjadi 1.489.631 ton.
“Dalam artian, untuk populasi ada kenaikan 9,42 persen sedangkan produksinya naik 4,61 persen,” terangnya.
Nah, mengacu pada progres positif ini, ia meminta para peternak untuk terus menjaga kualitas daging.
“Treatmen paling pokok yang tak boleh sampai terabaikan adalah pemberian vaksin, penyemprotan disinfektan ke kandang hingga rutin melakukan biosecurity,” tandasnya.
Sekadar diketahui, saat ini Kabupaten Minut menjadi salah satu daerah yang konsisten memproduksi sekaligus mengirim daging babi ke luar daerah.
Adapun salah satu target marketnya ialah Indonesia Timur.
[***/ein]
Update Berita dan
Artikel
KOMENTAR.ID menarik lainnya di
Google News.