Manuver Pergantian JAK di Internal Partai Kental Terlihat, Ada yang Bermuka Dua

  • Whatsapp
PG Sulut
Pengurus DPD I Golkar Sulut saat mengumumkan pemberhentian JAK sebagai Ketua Harian PG Sulut, waktu lalu. [ISTIMEWA/KUMPARAN]

Manado, KOMENTAR.ID

Keputusan Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara yang merekomendasikan pemecatan terhadap legislator Partai Golkar, James Arthur Kojongian alias JAK, dianggap sudah tepat.

Read More

Anggapan ini diutarakan Pdt Billy Johannis MTh saat berkomunikasi dengan wartawan via WhatsApp, Senin (22/2/2021).

“Ini mau menujukan bahwa pimpinan dan anggota-anggota dewan di periode sekarang ini benar-benar berhati malaikat. Tidak pernah berbuat kasus-kasus amoral. Mereka tidak seperti Yesus yang pernah ketika orang Yahudi mau melempar seorang pelacur, namun Yesus katakan jikalau kamu tidak berdosa silakan kalian melempar pelacur tersebut,” urai Pdt Billy.

Ia mengatakan, para pimpinan dan anggota dewan sekarang ini adalah orang-orang suci dan tidak pernah ruci. Adalah orang-orang saleh yang tidak pernah berbuat salah.

“Saya sangat salut dan bangga kepemimpinan DPRD Sulut Ketua Fransiscus Silangen, Billy Lombok SH dan Victor Mailangkai sebagai wakil ketua. Dibandingkan pimpinan dan anggota dewan sebelumnya, di mana ketika ada anggota dewan yang terlibat kasus narkoba, mereka sama-sama berupaya membela dan menyelamatkan walaupun mereka tau bahwa narkoba adalah kejahatan luar biasa dan musuh negara,” sentil Pdt Billy Johannis membandingkan kinerja DPRD Sulut masa kini dan periode lalu.

Billy Johannis
Pdt Billy Johannis, Ketua Granat Sulut. [ISTIMEWA]


Dia berharap di kemudian hari tidak ada kasus narkoba serta tidak ada istri atau suami anggota dewan yang selingkuh lalu minta cerai.

“Semoga lewat kasus JAK ini para anggota dewan lebih mawas diri dan lebih tau diri. Memang kasus JAK ini sarat dengan kepentingan politik baik di internal Partai Golkar maupun partai-partai yang lain.”

“Upaya dan manuver untuk menggantikan JAK sebagai wakil ketua DPRD sangat kental di internal partai waulaupun ada yang bermuka dua. Masyarakat sangat mengharapkan kasus ini menjadi kasus terakhir dan mendoakan supaya para anggota dewan tidak ada prahara rumah tangga,” tukas Ketua Granat Sulawesi Utara ini.

 

 

[yha/kid]

Related posts