Insentif Rohaniwan di APBD 2021 Nihil, Angouw: Jika Memungkinkan Kita Tata di Perubahan

  • Whatsapp
Mantan Walikota Manado, GS Vicky Lumentut. [ISTIMEWA]

Manado, KOMENTAR.ID

Pemerintah Kota Manado saat masih dipimpin Walikota GS Vicky Lumentut (GSVL) ternyata tak menganggarkan dana insentif bagi rohaniwan di APBD 2021.

Read More

Hal ini terkuak dalam Rapat Kerja Perdana Walikota Manado Andrei Angouw bersama perangkat daerah di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado, Selasa (11/05/2021).

“Tahun ini insentif rohaniwan nihil di APBD 2021,” kata Angouw dalam penjelasannya.

Selain insentif rohaniwan, dana lansia juga mengalami penurunan yang sangat drastis dalam APBD 2021 jika dibandingkan dengan APBD 2020.

“Tahun lalu dana lansia mencapai Rp52 miliar, tapi tahun ini hanya teranggarkan Rp10 miliar,” ujar Walikota Andrei Angouw.

Ia menambahkan, pemerintahan saat ini akan mencoba menganggarkan kembali dalam APBD Perubahan 2021.

“Jika memungkinkan akan kami tata dalam anggaran perubahan,” tukas Andrei Angouw.

Sementara itu salah satu rohaniwan yang dikonfrontir soal ini, mengatakan dana insentif rohaniwan tak lagi diterima sejak bulan September tahun lalu.

“Sejak September 2020 tak lagi terima. Biasanya per bulan Rp1,5 juta dan diterima setiap tiga bulan, jadi Rp4,5 juta,” seloroh seorang rohaniwan via telepon Selasa (11/05/2021) namun meminta namanya tak dipublish.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Manado Jhonly Tamaka dihubungi terpisah membenarkan APBD 2021 tidak lagi menganggarkan dana insentif rohaniwan.

“Iyo betul kawan, tahun ini nda’ dianggarkan. Kita melihat kemampuan dana daerah. Bila tetap dianggarkan berarti akan berimbas ke kegiatan lainnya,” ujar Tamaka.

Tamaka mengakui pula sejak tri wulan empat tahun lalu, dana insentif rohaniwan yang menjadi salah satu program andalan Pemkot Manado, tak lagi menjadi andalan untuk dianggarkan.

[frk/kid]

Related posts